Tautan-tautan Akses

AS

GM Dituduh Bertanggung Jawab atas 303 Kematian dalam Dasawarsa Terakhir


Markas Besar General Motors di Detroit, 18/11/2010 (Foto: dok).

Markas Besar General Motors di Detroit, 18/11/2010 (Foto: dok).

Sebuah kelompok keselamatan kendaraan Amerika mengatakan 303 orang tewas karena kecelakaan mobil dalam satu dasawarsa terakhir ketika mengendarai mobil-mobil General Motors yang kantong udaranya tidak berfungsi.

Pusat bagi Keselamatan Kendaraan, sebuah kelompok pengawas di Washington, mengatakan jumlah korban tewas jauh lebih banyak dari 12 kematian yang dikaitkan GM dengan cacat pada sistem ignisi pada beberapa model yang diproduksi dari tahun 2003 sampai 2007. Masalah itu menyebabkan mobil mati tiba-tiba ketika sedang dikendarai dan menonaktifkan kantong udara.

GM, perusahaan pembuat mobil terbesar kedua di dunia setelah Toyota Motors Jepang, mengatakan adalah “murni spekulasi” bahwa switch yang rusak menyebabkan kecelakaan yang disebut-sebut oleh kelompok keselamatan itu.

General Motors bulan lalu menarik 1.6 juta model Chevrolet, Pontiac dan Saturn di seluruh dunia untuk mengecek starter. Sejak itu hampir semua modelnya berhenti diproduksi, tetapi catatan perusahaan yang diberikan kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Tol Nasional Amerika menunjukkan bahwa GM telah mengetahui tentang masalah starter pada mobil-mobilnya sejak 2001.

Kelompok keselamatan itu mengecam instansi tersebut karena tidak mengambil tindakan lebih cepat untuk memerintahkan penarikan kembali, mengatakan “satu-satunya penyebab mereka tidak melihat tren cacat itu adalah jika mereka menutup mata.”

GM mengatakan telah mempekerjakan penyidik untuk menyelidiki cara penanganan masalah starter, sementara para anggota Kongres Amerika dan jaksa federal di New York telah memulai penyelidikan mereka sendiri.
XS
SM
MD
LG