Tautan-tautan Akses

Epidemi Heroin Lonjakkan Infeksi Hepatitis C di AS


ARSIP – Paula Maupin, seorang perawat kesehatan publik untuk Fayette County timur, pada foto yang diambil tanggal 24 Maret 2016 ini memegang alat suntikan yang diberikan pada pengguna narkoba yang ikut serta dalam program pertukaran jarum di Country tersebut yang telah disetujui oleh negara bagian (foto: AP Photo/Rick Callahan)

Lonjakkan penggunaan heroin terjadi berbarengan dengan lonjakan angka infeksi hepatitis C dimana mereka yang terinfeksi berada pada usia 20-tahunan.

Epidemi heroin melonjakkan infeksi hepatitis C, dengan peningkatan terbesar terjadi pada mereka yang berusia 20-tahunan, ujar pejabat kesehatan AS hari Kamis.

Jumlah infeksi baru meningkat tiga kali lipat dalam waktu lima tahun, menjadi sekitar 2.400 tahun 2015. Virusnya disebarkan melalui pertukaran jarum untuk menginjeksikan narkoba, dan peningkatan ini berbarengan dengan lonjakan penggunaan heroin.

Namun para pejabat di Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan infeksi yang dilaporkan jauh lebih sedikit dari jumlah yang sesungguhnya. Kebanyakan orang tidak jatuh sakit selama bertahun-tahun, jadi mereka tidak dites dan tidak tahu mereka terinfeksi. CDC memperkirakan bahwa jumlah infeksi di tahun 2015 mencapai 34.000 orang, dua kali lebih besar dari perkiraan untuk tahun 2010.

Lonjakan terbesar pada infeksi baru terjadi pada rentang usia 20 hingga 29 tahun, ujar CDC.

Virus hepatitis C menyebar melalui darah namun menimbulkan kerusakan terbesar dengan menginfeksi hati. Penyakit ini dapat menyebabkan sirosis atau kanker hati. Dalam tahun-tahun belakangan, obat baru untuk hepatitis C masuk ke pasar yang dapat menyembuhkan infeksi ini dalam jangka hanya beberapa bulan. Namun harga obat itu mahal: Sebuah usaha perawatan dapat menelan biaya puluhan ribu dolar.

CDC juga merilis angka kematian akibat hepatitis C di tingkat nasional: hampir 20.000 di tahun 2015. Angkanya belum banyak berubah akhir-akhir ini, namun angka tersebut mencerminkan kelompok lain dari mereka yang terinfeksi: generasi yang lahir pada saat kemapanan ekonomi. Keseimbangan yang terjadi tampaknya disebabkan oleh dorongan untuk menguji semua generasi ini terkait infeksi virus ini dan adanya perbaikan dalam metode perawatan, ujar Dr. Jonathan Mermin dari CDC.

Dari 3,5 juta orang Amerika yang menderita hepatitis, kebanyakan lahir antara tahun 1945 dan 1965 dan terinfeksi berpuluh-puluh tahun yang lalu, menurut CDC.

Sebelumnya dilakukan penyaringan saat donasi darah secara meluas yang dimulai tahun 1992, virus tersebut juga tersebar melalui transfusi darah. Kasus-kasus baru merosot hingga di bawah 900 hampir 15 tahun yang lalu dan tetap berada pada tingkatan itu hingga mereka kembali melonjak tajam di tahun 2011. Itu adalah masa saat penggunaan heroin kembali meningkat, para pencandu obat yang terjebak dalam krisis obat penghilang rasa nyeri dan beralih dari obat pereda nyeri yang diberikan lewat resep ke heroin. [ww]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG