Tautan-tautan Akses

44 Tewas dalam Bentrokan di Bangladesh


Aktivis Jamaat-e-Islami, partai Islam terbesar di Bangladesh, berdiri di tengah jalanan kota Chittagong saat terjadinya bentrokan dengan polisi (28/2). Sedikitnya 44 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Aktivis Jamaat-e-Islami, partai Islam terbesar di Bangladesh, berdiri di tengah jalanan kota Chittagong saat terjadinya bentrokan dengan polisi (28/2). Sedikitnya 44 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Sedikitnya 44 orang tewas di Bangladesh akibat gelombang kekerasan menyusul keputusan hukuman mati terhadap seorang pemimpin senior oposisi Islamis (28/2).

Laporan Jumat (1/3) mengatakan para korban tewas yang terbaru terjadi akibat kekerasan di distrik Gainbandha, setelah dua hari bentrokan antara para pemrotes dan polisi. Aksi protes itu diperkirakan akan berlanjut setelah sembahyang Jumat.

Banyak dari korban tertembak ketika terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dan para pendukung Delwar Hossain Sayedee. Sayedee dinyatakan bersalah melakukan kejahatan, termasuk pembunuhan massal dan perkosaan dalam perang merebut kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan pada 1971.

Kekerasan hari Kamis terjadi saat berlangsungnya aksi pemogokan nasional yang diserukan partai Jamaat-e-Islami, untuk memprotes keputusan pengadilan atas Delwar Hossain Sayedee dan menuntut pembebasannya.

Reporter VOA di Dhaka, Zahurul Alam, mengatakan bahwa dua polisi berada di antara mereka yang tewas dan lebih dari 200 orang terluka dalam insiden itu. Menurut Alam, Jamaat-e-Islami telah menyerukan aksi mogok nasional lainnya, mulai Minggu pagi.

Pengacara Sayedee mengatakan vonis pengadilan itu tidak sah dan bersumpah akan naik banding. Sayedee adalah anggota ketiga partai Jamaat yang dijatuhi hukuman akibat kejahatan perang sejak pengadilan kejahatan perang Bangladesh didirikan pada 2010.
XS
SM
MD
LG