Tautan-tautan Akses

AS

Ekonomi Amerika Ciptakan 255 Ribu Lapangan Kerja


Nilai dolar yang menguat membuat produk Amerka lebih mahal dan berkurang daya saingnya di pasar luar negeri.

Nilai dolar yang menguat membuat produk Amerka lebih mahal dan berkurang daya saingnya di pasar luar negeri.

Namun analis mengatakan kebanyakan lapangan pekerjaan ini terbentuk di sektor perhotelan, pariwisata dan jasa yang biasanya berpendapatan rendah, sehingga menimbulkan keprihatinan untuk kekuatan ekonomi dalam jangka panjang.

Ekonomi Amerika menyaksikan 255 ribu lapangan pekerjaan baru pada bulan Juli sementara gaji naik 2,6 persen dibandingkan tahun lalu.

Laporan Jumat (5/8) dari Departemen Tenaga Kerja juga mengatakan tingkat pengangguran bertahan pada 4,9 persen. Pada waktu resesi, tahun 2009, tingkat pengangguran Amerika mencapai 10 persen.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Jason Furman mengatakan, bisnis Amerika menciptakan 15 juta lapangan pekerjaan sejak 2010, rata-rata 186 ribu per bulan. Hal ini katanya, cukup untuk mempertahankan sebuah tingkat pengangguran yang rendah dan stabil.

Penciptaan lapangan pekerjaan berlangsung di sektor jasa, layanan kesehatan, dan finansial. Sementara itu, sektor pertambangan, termasuk industri minyak yang terpukul oleh harga minyak mentah yang turun, terus menyaksikan penurunan. Data memperlihatkan 7,8 juta warga Amerika masih menganggur, dan 5,9 juta bekerja paruh waktu.

Ekonomi Beth Ann Bovino dari S&P Global Ratings mengatakan, laju konstan dari perekrutan, juga prospek konsumen dan produsen yang membaik, mengarah kepada sebuah kondisi ekonomi Amerika yang lebih cemerlang.

Ekonomis senior di situs Indeed, Tara Sinclair, menyebut laporan ini berita baik, tetapi ia mengatakan kemajuan terlalu sedikit untuk lapangan pekerjaan dengan pendapatan menengah di sektor konstruksi, manufaktur, dan perdagangan.

Menurutnya, kebanyakan lapangan pekerjaan ini terbentuk di sektor perhotelan dan pariwisata serta jasa yang biasanya berpendapatan rendah. Ini menimbulkan keprihatinan untuk kekuatan ekonomi dalam jangka panjang.

Sebuah laporan terpisah memperlihatkan defisit perdagangan Amerika naik ke tingkat tertinggi dalam 10 bulan terakhir, sebagian disebabkan oleh ekonomi luar negeri yang lemah, dan akibatnya terjadi lebih sedikit transaksi produk buatan Amerika.

Defisit juga dipicu oleh kenaikan harga minyak impor dan dolar yang menguat, sehingga membuat produk Amerka lebih mahal dan berkurang daya saingnya di pasar luar negeri. [jm]

XS
SM
MD
LG