Tautan-tautan Akses

Duduk Terlalu Lama Bisa Akibatkan Penyakit Kronis


Penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang melewatkan waktu 8 jam di tempat kerja dengan duduk-duduk saja, menghadapi risiko penyakit kronis (foto: dok).

Penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang melewatkan waktu 8 jam di tempat kerja dengan duduk-duduk saja, menghadapi risiko penyakit kronis (foto: dok).

Suatu kajian yang diterbitkan baru-baru ini mengaitkan kebiasaan duduk berkepanjangan dengan munculnya penyakit-penyakit kronis.

Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), antara 60 sampai 85 persen warga negara maju dan berkembang punya aktivitas fisik yang semakin berkurang, dan cenderung mengarah pada gaya hidup santai, serta lebih banyak duduk. WHO juga menyatakan bahwa sekitar dua juta kematian setiap tahun mungkin terkait dengan ketidakaktifan fisik, dan gaya hidup santai mungkin termasuk di antara 10 penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.

Kini para peneliti dari Australia dan Amerika menyatakan, mereka mendapati bahwa semakin lama orang duduk setiap hari, semakin tinggi risikonya mengalami penyakit kronis dan berpotensi mematikan, seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

Richard Rosenkranz, asisten guru besar ilmu gizi di Universitas Negeri Kansas, adalah anggota tim peneliti yang mempelajari risiko duduk terlalu lama. Ia memaparkan, “Pada beberapa kondisi tersebut, bukan semuanya, tetapi sebagian saja, kami melihat semacam peningkatan tajam di mana duduk yang terlalu lama meningkatkan kemungkinan orang mengidap penyakit. Yang sudah pasti adalah diabetes. Kami juga melihat semakin meningkatnya risiko tekanan darah tinggi serta penyakit kronis lainnya.”

Meskipun berolahraga dan meningkatkan aktivitas fisik tetap penting agar selalu sehat, Rosenkranz mengatakan, penelitian juga mengungkapkan bahwa seseorang yang berolahraga 30 menit setiap hari sebelum mulai bekerja masih menghadapi risiko penyakit itu jika mereka melewatkan waktu delapan jam di tempat kerja dengan duduk-duduk saja.

“Jadi kami ingin mengemukakan bahwa selain terus menerus menyampaikan pesan mengenai pentingnya aktivitas fisik sedang hingga tinggi seperti berjalan kaki atau bersepeda atau berolahraga di gym, kita juga perlu memikirkan tentang cara-cara agar tidak duduk sepanjang hari,” ujarnya.

Berkurangnya aktivitas fisik dan meningkatnya lama duduk, selain karena usia atau penyakit, kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor lain, seperti meningkatnya penggunaan teknologi dan ketergantungan terhadap teknologi. Pekerjaan fisik yang telah lama dilakukan manusia kini dilakukan oleh mesin. Banyak kesempatan kerja sekarang ini beralih dari yang semula memerlukan upaya fisik, menjadi yang banyak melibatkan duduk dan bekerja di meja sepanjang hari.

Penelitian yang dilakukan para periset Australia dan Amerika mengenai risiko kesehatan duduk berkepanjangan tersebut dimuat dalam The International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity. (Rick Pantaleo)
XS
SM
MD
LG