Tautan-tautan Akses

2 Penyerang Charlie Hebdo Dimakamkan di Perancis


Para anggota kelompok Islamis melakukan unjuk rasa di Istanbul, usai melakukan shalat jenazah bagi Said dan Cherif Kouachi (16/1).

Para anggota kelompok Islamis melakukan unjuk rasa di Istanbul, usai melakukan shalat jenazah bagi Said dan Cherif Kouachi (16/1).

Pemerintah Perancis memakamkan dua penyerang Charlie Hebdo secara terpisah, di mana kuburannya tidak diberi tanda sehingga tidak menjadi tempat ziarah pendukung kelompok radikal.

Kakak beradik yang menembak mati 12 orang dalam insiden pembantaian di kantor “Charlie Hebdo” pada 7 Januari lalu, telah dimakamkan di sebuah tempat pemakaman rahasia dan tidak bertanda di Perancis.

Pemerintah Perancis mengatakan Cherif Kouachi dimakamkan sebelum tengah malam Sabtu lalu (17/1) di sebuah tempat pemakaman di pinggiran kota Gennevilliers – Paris, tanpa dihadiri keluarganya. Kuburannya tidak diberi tanda apapun sehingga tidak menjadi “tempat ziarah” kelompok Islamis.

Abangnya – Said Kouachi – dimakamkan secara rahasia sehari sebelumnya di bagian timur kota Reims.

Sementara itu Perancis mengatakan sedang mempercepat pemberian status kewarganegaraan kepada Lassana Bathily – warga Muslim-Mali berusia 24 tahun yang menyembunyikan beberapa pelanggan supermarket kosher di ruang pendingin bawah tanah, sebelum melarikan diri untuk memberitahu polisi tentang serangan di supermarket kosher di Paris, pasca serangan terhadap kantor “Charlie Hebdo”.

Bathily hari Sabtu (17/1) mengatakan kepada VOA, Presiden Perancis Francois Hollande telah meneleponnya dan menjanjikan akan memberinya status kewarganegaraan.

Pekerja supermarket itu mengatakan tindakannya “tidak ada kaitannya dengan agama”, dan menambahkan bahwa para pelanggan supermarket itu adalah “orang-orang tidak bersalah yang tidak melakukan apapun”.

Dalam perkembangan lain, Eropa masih berada dalam situasi waspada setelah polisi Belgia menewaskan dua tersangka teroris hari Kamis (15/1) terkait rencana membunuh sejumlah polisi Belgia.

Pemerintah Yunani sedang mengkaji kaitan antara empat tersangka teroris yang telah ditangkap sebelumnya dengan insiden di Verviers – Belgia. Tetapi kantor jaksa Belgia hari Minggu (18/1) mengatakan setelah memeriksa DNA para tersangka, tampaknya tidak ada hubungan apapun.

Belgia mengirim tentara ke jalan-jalan negara itu hari Sabtu (17/1) – yang pertama kali dalam 35 tahun – guna meningkatkan keamanan. Seorang pejabat pertahanan Belgia Letjen Mark Compernol mengatakan institusi-institusi Yahudi dan gedung-gedung pemerintah di Brussels dan Antwerp juga telah diamankan.

XS
SM
MD
LG