Tautan-tautan Akses

AS

DPR, Pengadilan AS Setujui Jaringan Pipa Keystone


Pipa-pipa milik TransCanada Corp. untuk membangun jaringan pipa minyak Keystone XL terlihat di Gascoyne, North Dakota.

Pipa-pipa milik TransCanada Corp. untuk membangun jaringan pipa minyak Keystone XL terlihat di Gascoyne, North Dakota.

Pemimpin mayoritas Faksi Republik mengatakan, sekarang Presiden tidak memiliki alasan untuk menjatuhkan veto atas rancangan undang-undang ini, seperti yang ia janjikan.

DPR Amerika meloloskan rancangan undang-undang yang menyetujui pembangunan pipa minyak yang kontroversial, menyusul keputusan pengadilan yang menghapus kendala besar selama ini bagi proyek yang sudah lama ditunda tersebut.

Peristiwa Jumat (9/1) merupakan yang ke sepuluh kalinya sejak 2011, di mana DPR meloloskan RUU, menyetujui proyek pembangunan pipa minyak Keystone XL. Namun kali ini, langkah ini diperkuat sebuah keputusan pengadilan yang kemungkinan besar membuat proyek bernilai US$7 milyar ini terus maju.

Pengadilan Tinggi negara bagian Nebraska Jumat menyetujui jalur sepanjang hampir 2.000 km yang akan dilintasi pipa minyak itu di negara bagian barat tengah tersebut. Presiden AS Barack Obama menunggu hasil keputusan pengadilan sebelum membuat keputusan.

Berbicara dalam debat Dewan Perwakilan Jumat, pemimpin mayoritas Faksi Republik Kevin McCarthy mengatakan, sekarang Presiden tidak memiliki alasan untuk menjatuhkan veto atas rancangan undang-undang ini, sebagaimana ia janjikan.

"Tadinya ada kekhawatiran terkait hukum. Namun pengadilan tinggi sudah memberi kepastian. Jadi hari ini, kedua pihak bisa bekerjasama, sebagaimana kita lakukan sebelumnya, meloloskan RUU ini, dan dengan perubahan yang baru di Senat dengan proses terbuka, meloloskannya, dan mengharap Presiden menandatanganinya, sehingga 42,000 warga Amerika bisa kembali bekerja," ujarnya.

Proyek pipa Keystone XL akan menyalurkan lebih dari 800.000 barel minyak per hari dari sumber minyak tar-sands di Kanada menuju kilang minyak Amerika di kawasan Teluk Meksiko.

Para pendukung mengatakan proyek ini akan memperbaiki infrastruktur energi, menciptakan lapangan kerja dan terus mengurangi ketergantungan Amerika terhadap minyak asing.

Namun yang kontra, termasuk anggota DPR dari Fraksi Demokrat Frank Pallone, mengatakan proyek ini akan merusak lingkungan dan tidak akan berdampak besar bagi ekonomi yang mulai membaik.

"Harga minyak sekarang berada pada tingkat terendah selama lebih dari lima tahun terakhir. Harga BBM di pom bensin sekarang di bawah $2 per galon. Produksi domestik minyak Amerika melonjak tinggi. Minyak tar-sands atau batu pasir yang mengandung minyak merupakan jenis minyak yang paling kotor dan paling banyak mengandung karbon di antara minyak fosil lainnya," ujarnya.

"Dengan menyetujui jalur pipa Keystone XLmaka ketergantungan pada minyak mentah tar-sands bertambah besar sehingga melenyapkan hasil yang dicapai dalam menurunkan polusi karbon yang selama ini dicapai dengan susah payah."

Nasib pembangunan jalur pipa ini sekarang berada di tangan Senat baru yang didominasi Faksi Republik, yang bisa menyetujuinya akhir bulan ini. Jika Senat menyetujuinya , maka akan timbul pertarungan politis antara Faksi Republik di Kongres dan Presiden Obama.

Pada Jumat, juru bicara Gedung Putih mengatakan Presiden sedang mempelajari keputusan pengadilan tinggi Nebraska itu, namun menekankan jika RUU itu sampai ke mejanya, ia tidak akan menandatanganinya.

XS
SM
MD
LG