Tautan-tautan Akses

AS

DPR AS Setujui Pembangunan Pipa Minyak Kontroversial


Komite energi Senat AS saat melakukan pembahasan pembangunan pipa minyak Keystone XL (8/1).

Komite energi Senat AS saat melakukan pembahasan pembangunan pipa minyak Keystone XL (8/1).

DPR Amerika hari Jumat (9/1) meloloskan undang-undang, menyetujui pembangunan pipa minyak yang kontroversial dan lama tertunda.

Ini ke-10 kali sejak tahun 2011, DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang, menyetujui pipa minyak Keystone XL. Tetapi kali ini, langkah itu didukung putusan pengadilan yang akan memungkinkan proyek tujuh milyar dolar itu bergerak maju.

Mahkamah Agung Nebraska hari Jumat menyetujui rute pipa sejauh hampir 2.000 kilometer, melintasi negara bagian itu. Presiden Amerika Barack Obama menunggu putusan pengadilan itu sebelum membuat keputusan tentang proyek tersebut.

Berbicara hari Jumat (9/1) dalam debat di DPR, pemimpin fraksi Republik yang mayoritas, Kevin McCarthy, mengatakan Obama kini tidak punya alasan memveto Rancangan Undang-Undang itu, seperti yang telah ia janjikan.

Jaringan pipa Keystone XL akan mengalirkan lebih dari 800 ribu barel minyak per hari dari ladang minyak Kanada ke kilang minyak di Teluk Meksiko.

Pendukung proyek tersebut mengatakan jaringan pipa itu akan meningkatkan infrastruktur energi, menciptakan lapangan kerja, dan semakin mengurangi ketergantungan Ameirka pada minyak asing. Tetapi pengecamnya mengatakan proyek itu akan mencemari lingkungan dan tidak akan berdampak besar pada perekonomian yang sudah membaik.

XS
SM
MD
LG