Tautan-tautan Akses

Indeks Dow Jones Turun Lebih dari 1.000 Poin di Tengah Kekhawatiran Ekonomi China


Pialang Kevin Lodewick di lantai Bursa Saham New York, Jumat (21/8).

Pialang Kevin Lodewick di lantai Bursa Saham New York, Jumat (21/8).

Walll Street dibuka di bawah 16.000 untuk pertama kalinya sejak Februari 2014. Sebelumnya, saham-saham China turun lebih dari 8 persen, sementara penurunan juga tercatat untuk harga minyak dan sejumlah komoditas lainnya.

Saham-saham S&P 500 dan indeks komposit Nasdaq diperkirakan akan turun sekitar 10 persen. Saham-saham minyak dan gas AS sudah kehilangan sekitar $310 miliar nilainya tahun ini. Harga minyak turun 4 persen ke tingkat terendah dalam 6 1/2 tahun terakhir.

Saham-saham Eropa turun 4,8 persen, kehilangan lebih dari $460 miliar nilainya. Kurangnya ada langkah-langkah efektif dari Beijing untuk membantu mendongkrak saham-saham China setelah penurunan 11 persen pekan lalu mendorong saham di bursa-bursa saham di seluruh dunia.

"Sampai kita melihat tanda-tanda China dan emerging market lainnya dapat keluar dari pusaran ini ... tampaknya pelepasan saham akan terus berlangsung," ujar Mark Luschini, kepala strategi investasi dari Janney Montgomery Scott di Philadelphia.

Pelepasan saham yang terjadi Wall Street menunjukkan investor juga semakin senewen dengan pertumbuhan pendapatan yang kecil, harga-harga energi yang menurun, dan perkiraan peningkatan suku bunga oleh Bank Sentral AS, Federal Reserve.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG