Tautan-tautan Akses

AS

Deplu AS Luncurkan Inisiatif untuk Lindungi Perempuan


Wakil Menlu AS William Burns memperkenalkan program bantuan kepada korban kekerasan karena gender hari Kamis 20/3 (foto: dok).

Wakil Menlu AS William Burns memperkenalkan program bantuan kepada korban kekerasan karena gender hari Kamis 20/3 (foto: dok).

Departemen Luar Negeri Amerika telah meluncurkan sebuah inisiatif baru untuk merespon kekerasan berbasis gender dengan cepat.

Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan segera kepada orang-orang yang menghadapi kekerasan karena gender mereka. Ini akan menjawab kebutuhan mendesak dari para korban kekerasan berbasis gender yang parah, serta orang-orang yang terancam.

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika William Burns memperkenalkan program itu hari Kamis (20/3) lalu.

"Dengan bekerja sama dengan mitra-mitra lokal, kami akan dapat menyediakan dana, biaya pengobatan, tempat penampungan darurat, dukungan psikososial dan bantuan hukum kepada korban," kata Burns.

Sebuah konsorsium dari kelompok-kelompok bantuan, termasuk Yayasan Avon, akan menjalankan program itu. Alyse Nelson menjalankan Vital Voices, organisasi internasional yang memimpin upaya itu.

“Ini adalah sesuatu yang kita butuhkan - bukan hanya LSM dan para pemimpin di seluruh dunia yang berurusan dengan hal ini dan berupaya memerangi kekerasan, tetapi kita juga perlu korporasi untuk menyadari bahwa itu merupakan kepentingan mereka juga untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan jelas merupakan urusan pemerintah juga," ujar Nelson.

Cindy Dyer, wakil presiden Vital Voices, mengatakan kekerasan terhadap perempuan terjadi di setiap negara, dan satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan mengadili pelaku.

Cindy mengatakan program baru ini akan membantu melakukannya.
"Modal awalnya adalah lebih dari 1 juta dolar, dan dukungan dari Yayasan Avon untuk perempuan memungkinkan kami untuk menyediakan komponen kedua dari inisiatif ini, yaitu memberikan pelatihan multi-disiplin bagi para profesional peradilan pidana dan penyedia layanan langsung di berbagai negara," paparnya.

Afrika Selatan, India, Nepal dan Meksiko adalah negara-negara pertama yang ikut ambil bagian dalam program ini. Nishi Kant menjalankan Shakti Vahini, organisasi di India yang memerangi kekerasan terhadap perempuan. Ia berharap akan ada lebih banyak korban yang mencari bantuan.

"Di negara seperti India sangat sulit bagi seorang perempuan untuk maju dan bersuara bahwa isu-isu seperti ini telah terjadi. Sebagai penyedia layanan, kami berupaya menjangkau komunitas perempuan sebanyak mungkin," ujar Nishi.

Penyanyi Fergie, duta Yayasan Avon bagi Perempuan Global, mengatakan dia terkejut dengan statistik: satu dari tiga perempuan di dunia mengalami kekerasan berbasis gender.

"Ada hukum untuk melindungi perempuan dan menghukum pelakunya di banyak negara, tetapi hukum itu tidak diterapkan secara efektif dan konsisten, sehingga perempuan tidak terlindungi," kata Fergie.

Inisiatif baru ini, tambahnya, akan membantu negara-negara menegakkan hukum dengan lebih baik dan menghentikan kekerasan.
(Mariama Diallo/VOA).
XS
SM
MD
LG