Tautan-tautan Akses

Demonstran Pro-Demokrasi Hong Kong Ancam Perluas Protes


Demonstran memblokir jalan dekat kantor-kantor pemerintahan di Hong Kong (30/9).

Demonstran memblokir jalan dekat kantor-kantor pemerintahan di Hong Kong (30/9).

Kepala eksekutif Hong Kong menyerukan kapada para pemimpin demonstrasi untuk memenuhi janji mereka kepada masyarakat dan segera menghentikan protes, yang katanya telah tidak terkendali.

Pemrotes yang berkemah di Hong Kong untuk hari ke-5 berturut-turut mengancam akan memperluas kampanye pembangkangan sipil mereka jika kepala eksekutif Hong Kong tidak mau memenuhi tuntutan mereka akan reformasi demokrasi.

Dalam pernyataan singkat, kelompok "Occupy Central" mengatakan mereka akan mengumumkan rencana untuk tahap berikut pembangkangan sipil Rabu (1/10) apabila kepala Daerah Leung Chun-ying tidak memenuhi tuntutan mereka, yang mencakup peletakan jabatannya.

Leung sebegitu jauh tidak memberi tanda-tanda ia akan mengalah. Dalam pidatonya Selasa (30/9), Leung menyerukan kapada para pemimpin Occupy Central untuk memenuhi janji mereka kepada masyarakat dan segera menghentikan protes, yang katanya telah tidak terkendali.

Komentar tersebut merupakan komentar pertama Leung sejak Minggu, ketika polisi bersenjatakan pentung menggunakan gas air mata dan semprotan merica dalam jumlah banyak untuk membubarkan pemrotes damai.

Puluhan ribu orang demonstran tetap berkemah di sedikitnya jalan besar mengelilingi kota itu Selasa, membangkang terhadap tuntutan pemerintah agar mereka meninggalkan jalan-jalan.

Banyak demonstran berkemah tadi malam di jalan-jalan distrik keuangan, sementara polisi anti-huru-hara berubah siasat dan mundur dari daerah itu. Polisi menjaga barikade-barikade dan menyaksikan demonstrasi, tetapi tidak mengulangi tembakan gas air mata Minggu terhadap massa.

XS
SM
MD
LG