Tautan-tautan Akses

Demo Oposisi Thailand di Bangkok Masuki Hari Ketiga


Demo anti pemerintah Thailand berdiri di depan pintu gerbang kantor Departemen Bea Cukai di Bangkok (14/1).

Demo anti pemerintah Thailand berdiri di depan pintu gerbang kantor Departemen Bea Cukai di Bangkok (14/1).

Demonstran oposisi Thailand memenuhi jalan-jalan Bangkok dan mereka bertekad untuk tidak mundur sampai Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengundurkan diri, Selasa (14/1).

Protes demonstran oposisi Thailand bertujuan untuk "menutup" ibukota negara itu. Tapi kehidupan terus berlanjut seperti biasa di sebagian besar kota itu hari Selasa (14/1), meskipun dengan lalu lintas yang tidak sepadat biasanya.

Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung Departemen Bea Cukai, salah satu dari beberapa gedung pemerintah di mana demonstrasi telah memaksa penutupan gedung-gedung tersebut lebih awal. Pengunjuk rasa lainnya memblokir persimpangan utama, dalam upaya untuk menghambat staf pemerintah mencapai tempat bekerja.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Surapong Tovichakchaikul mengatakan banyak kementerian pemerintah beroperasi dari lokasi-lokasi pendukung lainnya. Salah satu demonstran, Suwisa Rakpong, yakin pemerintah merasakan tekanan tersebut.

Demonstrasi itu damai, dan beberapa orang menggambarkan suasana seperti suasana festival. Tapi kelompok garis keras telah mengancam akan mengambil alih bursa efek jika perdana menteri tidak mundur dalam beberapa hari ini.

Perdana Menteri Yingluck telah membubarkan parlemen, akan mengadakan pemilihan umum dini pada tanggal 2 Februari, dan mengusulkan pembentukan dewan reformasi nasional sebagai cara untuk menyelesaikan krisis politik yang sudah berlangsung berbulan-bulan.
XS
SM
MD
LG