Tautan-tautan Akses

Dana Cadangan Rusia Akan Habis Akhir Tahun Depan


Nilai mata uang Rusia Rubel terus turun terhadap dolar akibat jatuhnya harga minyak dunia (foto: ilustrasi).

Nilai mata uang Rusia Rubel terus turun terhadap dolar akibat jatuhnya harga minyak dunia (foto: ilustrasi).

Ekonomi Rusia merosot akibat resesi tahun ini untuk pertama kali sejak tahun 2009, karena turunnya harga ekspor energi Rusia dan sanksi-sanksi barat.

Menteri Keuangan Rusia mengatakan satu dari dua dana cadangan negara itu akan habis akh ir tahun depan karena Rusia sedang berupaya mengatasi defisit negara di tengah-tengah merosotnya ekonomi.

Ekonomi Rusia merosot karena resesi tahun ini untuk pertama kali sejak 2009 karena turunnya harga ekspor energi Rusia dan sanksi-sanksi yang dikenakan negara barat. Pendapatan pribadi turun untuk pertama kali sejak Presiden Vladimir Putin berkuasa 15 tahun lalu.

Menteri Kuangan Anton Siluanov hari Selasa mengatakan kepada parlemen bahwa Dana Cadangan sebesar 4,7 trilyun rubel akan berkurang sampai separuh menjelang akhir tahun karena rendahnya harga minyak saat ini.

Siluanov mengatakan tahun 2016 akan menjadi tahun terakhir Rusia bisa menggunakan dana cadangan ini. Setelah itu Rusia tidak akan mempunyai sumber dana semacam ini.

Ketika harga minyak mulai naik pertengahan tahun 2000’an, Rusia memutuskan untuk menyisihkan sebagian keuntungan ekspor minyaknya menjadi dua dana cadangan. Yang kedua, Dana Kesejahteraan Nasional sebesar 4,9 trilyun rubel yang umumnya digunakan untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur. [my]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG