Tautan-tautan Akses

Damaskus Tolak Proposal Perdamaian PBB


Asap hitam membumbung dari ledakan bom mobil di Aleppo, Suriah, 28 Oktober 2016 (Foto: dok). Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad menolak sebuah proposal PBB mengenai pembentukan “zona otonom” di bagian timur Aleppo, dengan alasan hal tersebut melanggar kedaulatan Suriah.

Asap hitam membumbung dari ledakan bom mobil di Aleppo, Suriah, 28 Oktober 2016 (Foto: dok). Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad menolak sebuah proposal PBB mengenai pembentukan “zona otonom” di bagian timur Aleppo, dengan alasan hal tersebut melanggar kedaulatan Suriah.

Pasukan pemerintah yang didukung Rusia melanjutkan pengeboman terhadap wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak pada hari Minggu (20/11).

Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad menolak sebuah proposal PBB mengenai pembentukan “zona otonom” di bagian timur Aleppo, dengan alasan hal tersebut melanggar kedaulatan Suriah.

Pasukan pemerintah yang didukung Rusia melanjutkan pengeboman terhadap wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak pada hari Minggu. Pasukan pemberontak menggempur kawasan-kawasan Aleppo yang dikuasai pemerintah, dan menimbulkan korban pada kedua pihak. Berikut laporan wartawan VOA Zlatica Hoke selengkapnya.

Kelompok-kelompok HAM menyatakan lebih dari 150 warga sipil tewas sejak pemerintah memulai kembali serangannya terhadap daerah kekuasaan pemberontak enam hari silam. PBB memperkirakan 275 ribu orang terperangkap di wilayah kantong yang terkepung di Aleppo Timur.

Foto-foto yang dimuat di media sosial memperlihatkan anak-anak dikeluarkan dari bangunan-bangunan yang rusak dan sebuah rumah sakit hancur akibat serangan udara pada hari Jumat. Pemerintah Suriah membantah terlibat dalam pengeboman rumah sakit itu.

Utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, menyerukan penyelidikan internasional terhadap insiden tersebut. “Mungkin kita harus diizinkan mengirim satu tim verifikasi yang terdiri dari PBB dan mitra-mitra lainnya untuk memverifikasi kerusakan rumah sakit-rumah sakit di Aleppo Timur dan Barat,” kata Staffan de Mistura.

Pemerintah Suriah hari Minggu menolak proposal PBB untuk memberikan otonomi kepada distrik-distrik di bagian timur Aleppo sebagai upaya mengurangi kekerasan. Menteri Luar Negeri Walid Muallem juga mengatakan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan harus berhenti mendanai kelompok-kelompok bersenjata yang berperang melawan pemerintah di Suriah.

“Kunci untuk memperbaiki kekeliruan Amerika adalah melalui dialog antara Moskow dan Washington, dengan menyepakati suatu cara untuk mengalahkan teroris,” ujar Menteri Luar Negeri Walid Muallem.

Muallem jelas mengacu pada pernyataan presiden terpilih Amerika Donald Trump selama kampanyenya, di mana ia mendukung Rusia yang membantu memerangi ISIS di Suriah. Tetapi pejabat Suriah itu mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan kebijakan pemerintahan baru Amerika terhadap situasi di negara yang dicabik-cabik perang itu.Sementara itu, sebuah koalisi pejuang Kurdi dan Arab di Suriah Utara menyatakan telah merebut sebuah desa strategis di dekat ibukota de facto ISIS, Raqqa.

“Desa Tal Saman adalah tempat strategis bagi militan ISIS, tetapi kami merebutnya kembali. Kami akan melancarkan operasi dari sini, dari sisi ini, dan kami akan melanjutkan serangan kami,” kata Brokhdan Arkish dari Pasukan Demokratis Suriah.

Damaskus menyatakan bahwa setiap operasi di wilayah Suriah yang tidak dikoordinasikan dengan pemerintah Suriah merupakan ancaman terhadap kedaulatan nasionalnya. Ini mencakup operasi pimpinan Kurdi untuk membebaskan Raqqa dan keterlibatan Turki dalam memerangi ISIS di Suriah Utara. [uh/lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG