Tautan-tautan Akses

China Peringatkan Taiwan mengenai Kemerdekaan


Presiden baru Taiwan, Tsai Ing-wen (tengah) dan Wapres Chen Chien-jen (kanan) pada acara pelantikan hari Jumat (20/5).

Presiden baru Taiwan, Tsai Ing-wen (tengah) dan Wapres Chen Chien-jen (kanan) pada acara pelantikan hari Jumat (20/5).

Pemerintah China hari Jumat (20/5) telah memperingatkan Taiwan agar tidak berusaha untuk mengusahakan kemerdekaan.

China telah memperingatkan Taiwan agar jangan mengusahakan kemerdekaan, hanya beberapa jam setelah Tsai Ing-wen, presiden perempuan pertama Taiwan dilantik hari Jumat (20/5).

Kantor China urusan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Kalau Taiwan mengusahakan kemerdekaan, tidak akan mungkin ada perdamaian dan kestabilan di Selat Taiwan.”

"Kemerdekaan merupakan bencana terbesar bagi menegakkan perdamaian secara damai - di Selat Taiwan dan - hubungan damai lintas Selat Taiwan,” tambah pernyataan itu.

Dalam pidato pelantikannya di Taipei, Presiden baru Taiwan Tsai Ing-wen menyerukan “dialog positif” dengan China.

Dia juga mengatakan: “Kedua pihak yang berkuasa di seberang Selat Taiwan harus menyisihkan beban sejarah dan melibatkan diri dalam dialog positif, demi kepentingan rakyat di kedua pihak.”

Partai Progresif Demokratik Tsai atau DPP yang pro kemerdekaan, _menang mutlak dalam pemilihan presiden dan parlemen awal tahun ini. DPP menang atas Partai Nasionalis, atau KMT, yang telah 8 tahun terakhir mengembangkan hubungan dengan Beijing.

Amerika hari Jumat mengatakan - harapan dapat bekerjasama dengan pemerintah baru, semua partai politik - dan kelompok-kelompok masyarakat madani di Taiwan untuk lebih memperkuat hubungan antara rakyat Amerika dan Taiwan.

DPP baru-baru ini telah memberikan isyarat bahwa bermaksud akan bersikap keras terhadap spionase yang dilakukan China yang telah dipermudah dengan meningkatnya hubungan antara kedua pihak. [sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG