Tautan-tautan Akses

China Berlakukan Pembatasan Dagang Terhadap Korea Utara


Seorang polisi paramiliter berjaga di luar Kedutaan Korea Utara di Beijing (Foto: dok).

Seorang polisi paramiliter berjaga di luar Kedutaan Korea Utara di Beijing (Foto: dok).

Dewan Keamanan PBB menyetujui sanksi lebih keras terhadap Korea Utara bulan lalu, termasuk inspeksi wajib semua kargo ke dan dari Korea Utara dan larangan sebagian besar ekspor mineral.

China memberlakukan pembatasan ekonomi terhadap Korea Utara sesuai dengan seperangkat baru sanksi PBB yang lebih keras terkait program nuklir dan rudal balistik Pyongyang.

Beijing hari Selasa (5/4) mengumumkan akan menghentikan pengiriman bahan bakar penerbangan ke Korea Utara, dan akan menghentikan impor batu bara, emas, titanium dan logam langka dari negara sekutu yang miskin itu.

China mengatakan akan membuat pengecualian terhadap sanksi-sanksi itu jika bahan-bahan tersebut dimaksudkan untuk digunakan bagi kepentingan sipil, dan tidak terkait dengan program nuklir atau rudal Korea Utara.

Dewan Keamanan PBB menyetujui sanksi lebih keras terhadap Korea Utara bulan lalu, termasuk inspeksi wajib semua kargo ke dan dari Korea Utara dan larangan sebagian besar ekspor mineral, yang telah digunakan untuk mendanai program pengembangan nuklirnya. Sanksi-sanksi itu diberlakukan setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir pada bulan Januari dan peluncuran roket jarak jauh pada bulan Februari.

China menandatangani sanksi yang lebih keras itu karena dibuat marah oleh upaya terus menerus Korea Utara untuk membuat senjata nuklir. Pada masa lalu Beijing enggan menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara, karena khawatir akan menyebabkan rezim negara itu runtuh dan menyebabkan banjir pengungsi melintasi perbatasan kedua negara. [lt]

XS
SM
MD
LG