Tautan-tautan Akses

Joko Widodo Pilih Jusuf Kalla Sebagai Cawapres


Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla akan bersaing dengan mantan jenderal angkatan darat Prabowo Subianto, yang telah memberi indikasi ia akan memilih mantan menteri koordinasi perekonomian, Hatta Rajasa, sebagai calon wakilnya.​

Setelah melakukan penjajakan beberapa orang tokoh nasional, calon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memilih Muhammad Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi dirinya dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang.

Bertempat di Gedung Joang Jakarta Senin (19/5), Jokowi mengumumkan cawapres pilihannya itu. "Setelah melalui perenungan-perenungan. Dan setelah melalui konsultasi dan pertimbangan-pertimbangan dengan seluruh ketua partai pendukung,PDI Perjuangan, partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura. Dan khususnya juga pertimbangan dari ibu Megawati Soekarnoputri. Tadi malam telah kita putuskan calon wakil presiden yang akan mendampingi saya adalah bapak Muhammad Jusuf Kalla," kata Jokowi.

Joko Widodo memastikan, bersama Jusuf Kalla akan membawa gerakan perubahan di Indonesia. "Kita mempunyai keyakinan, insya Allah kami berdua, akan membawa gerakan perubahan di negara yang kita cintai ini," lanjutnya.

Jusuf Kalla dalam kesempatan yang sama memastikan kesiapannya dalam mendampingi Joko Widodo sebagai cawapres demi perbaikan Indonesia kedepan.

"Saya menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan kepada saya. Dan saya ingin nyatakan dengan sepenuh hati saya, siap mendampingi untuk mendampingi bapak Joko Widodo sebagai wakil Presiden dengan ikhtiar kerja keras. Semoga kita semua dapat berhasil untuk kebesaran kemakmuran dan kehebatan bangsa ini," kata Jussuf Kalla.

Deklarasi pengumuman pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Gedung Joang Jakarta ini dihadiri selain dari pimpinan parpol pendukung, juga dihadiri oleh ratusan orang yang datang dari berbagai daerah.

Seperti halnya bapak Yono (60 tahun) sengaja datang dari Indramayu untuk menyaksikan langsung acara deklarasi ini. "Jokowi orangnya merakyat dan jujur. Wong ndeso.. Insya Allah ada perubahan buat Indonesia," kata Yono.

Sementara itu Beni Narahalefa (40 tahun) dari Abepura Papua, yakin, Joko Widodo mampu mengobati luka lama rakyat di Papua. Khususnya menyangkut penyelesaian kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

"Yang kami harapkan dari Jokowi untuk jadi Presiden adalah untuk segera menyelesaikan kasus-kasus di Papua, yaitu kasus pelanggaran HAM. Kami sangat mengharapkan. Dan kami melihat Jokowi sebagai capres yang merakyat. Capres yang memiliki hati untuk rakyat. Dengan hati yang kasih itu, kami sangat yakin sekali Jokowi mampu menyelesaikan masalah di Papua," kata Beni Narahalefa.

Dalam perkembangan terakhir, pasangan capres cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla didukung oleh empat partai politik yaitu PDI Perjuangan, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hati Nurani Rakyat. Dalam pemilu legislatif 9 April lalu, jika digabungkan perolehan suara dari empat parpol ini adalah 39,97 persen suara.

Total perolehan suara empat parpol ini sudah melampaui persyaratan pengajuan calon presiden dan calon wakil presiden yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum yaitu minimal 25 persen suara.

Kalla pernah wakil presiden dalam masa jabatan pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 1999-2004, ketika ia mendapat reputasi sebagai pemimpin yang dapat menembus birokrasi untuk menyelesaikan tugas.

Pasangan tersebut akan bersaing dengan mantan jenderal angkatan darat Prabowo Subianto, yang telah memberi indikasi ia akan memilih mantan menteri koordinasi perekonomian, Hatta Rajasa, sebagai calon wakilnya.​

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG