Tautan-tautan Akses

Bertemu Jokowi, Habibie Minta agar Konsisten Perjuangkan Kualitas Kehidupan Rakyat


Usai bertemu Presiden Jokowi, Presiden ketiga RI BJ Habibie memperlihatkan buku biografinya berjudul "RUDY" kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Oktober 2015 (Foto: VOA/Andylala)

Usai bertemu Presiden Jokowi, Presiden ketiga RI BJ Habibie memperlihatkan buku biografinya berjudul "RUDY" kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Oktober 2015 (Foto: VOA/Andylala)

Presiden ketiga Republik Indonesia​, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie meminta kepada semua kalangan agar membantu kerja pemerintahan Joko Widodo.

Mantan Presiden Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie berkunjung ke Istana Merdeka Jakarta untuk makan siang bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Selasa (13/10).

Habibie yang saat ini menginjak usia 79 tahun berpesan kepada Presiden Jokowi agar pemerintahannya yang sudah berusia satu tahun ini tetap konsisten memperjuangkan peningkatan kualitas kehidupan rakyat Indonesia. Habibie juga meminta kepada semua kalangan agar membantu kerja pemerintah.

"Saya pesankan bahwa agar supaya Pemerintah itu tetap konsisten memperjuangkan agar supaya kualitas kehidupan di bumi Indonesia terus meningkat. Kualitas kehidupan itu adalah ya gizinya, lapangan kerja, ada pendidikan, pemberdayaan. Dan saya yakin, beliau dan dibantu oleh anda semua, kita semua membantu supaya gotong royong," kata BJ Habibie.

Habibie berencana akan melakukan perjalanan ke Eropa pada Rabu (14/10) hingga Desember mendatang untuk memenuhi berbagai undangan pembicara dan pemeriksaan kesehatan. Kepada Presiden Jokowi Habibie berpesan, agar menjaga Indonesia dengan sebaik-baiknya. Dalam kesempatan itu, Habibie menyebut Presiden Jokowi sebagai anak intelektualnya.

"Bahwa saya sebelum meninggalkan tanah air, sampaikan kepada ‘anak intelektual pak Habibie’, Presiden Republik Indonesia, bahwa..saya permisi yaa. Jaga baik-baik..Jaga ‘kandang’ . Dan kalian bantu semua. Karena ini harus baik, kita maju terus. Itu aja," lanjutnya.

Kepergian Habibie ke Eropa di antaranya ke beberapa kota di Jerman, seperti menghadiri Frankfurt Book Fair. Di Frankfurt, Habibie juga akan menjadi pembicara bedah buku Indonesianis Romo Frans Magnis Suseno berjudul "Indonesia Modern". Buku setebal lebih kurang 300 halaman berbahasa Jerman itu diantaranya menyinggung soal masyarakat di Timor Leste setelah merdeka dari Indonesia.

Habibie juga akan menjadi pembicara di Berlin mengenai Islam dan dunia modern. Sedangkan di Muenchen Jerman, Presiden RI ketiga itu akan berbicara mengenai integrasi pendatang-pendatang yang berasal dari Timur Tengah di dalam masyarakat Jerman.

Kunjungan Mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya pada 29 Januari lalu, Habibie juga mendatangi Jokowi menjelang 100 hari kepemimpinannya.

Peneliti senior Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Rahadi T. Wiratama kepada VOA mengatakan, pertemuan antara Habibie dengan Jokowi adalah pertemuan 2 tokoh besar yang terlihat mempunyai kesamaan dalam memandang Indonesia kedepan. Baik antara Habibie yang pernah bergelut di dunia pemerintahan hingga menjadi Presiden, dan Jokowi yang saat ini memegang tampuk pemerintahan.

"Pertemuan antara Habibie dengan Presiden Jokowi membuktikan bahwa hubungan keduanya tidak semata-mata kedekatan pribadi. Apalagi pak Habibie menyatakan bahwa Presiden Jokowi adalah anak intelektualnya. Hubungan keduanya ini terlibat sebagai hubungan visioner kedua tokoh besar Indonesia. Karena Habibie hingga kini punya visi tentang Indonesia, demikian pula dengan Jokowi," kata Rahadi.

Rahadi menambahkan, kedatangan Habibie kali ini hampir mirip situasinya dengan kedatangannya pada Januari lalu, di mana situasi politik dan ekonomi Indonesia selama satu tahun pemerintahan Jokowi hampir selalu penuh dengan dinamika dan pasang surut meski tetap dalam kondisi damai. Rahadi menyebut ada sinyal bentuk dukungan moril yang diperlihatkan Habibie kepada Jokowi sebagai Presiden yang terus dikelilingi dengan dinamika politik berbagai kelompok dengan kepentingannya masing-masing.

"Seorang Habibie punya komitmen yang kuat ya, untuk memastikan bahwa Presiden (Jokowi) bisa melakukan proses-proses kepemimpinan dalam masa tugasnya hingga empat tahun kedepan. Artinya ini menunjukan bahwa seorang Habibie yang mempunyai reputasi yang sangat baik selama ini, telah menunjukan kepada publik secara tidak langsung bahwa beliau mendukung penuh kepemimpinan Presiden Jokowi," lanjutnya.

"Sekaligus memberikan sinyal bahwa beliau juga mendukung posisi Presiden yang belakangan ini mungkin agak sedikit terganggu dengan kisruh dan dinamika politik yang agak memanas dengan berbagai macam isu yang berkembang," imbuh Rahadi. [alw/eis]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG