Tautan-tautan Akses

Kerusuhan Sektarian Tewaskan 3 Muslim di Sri Lanka


Seorang pria Muslim Sri Lanka memeriksa sisa-sisa tas menjahit yang hangus terbakar, pasca serangan kelompok garis keras Buddha Bodu Bala Sena di Aluthgama, 50 kilometer selatan Kolombo, Sri Lanka, Senin (16/6).

Seorang pria Muslim Sri Lanka memeriksa sisa-sisa tas menjahit yang hangus terbakar, pasca serangan kelompok garis keras Buddha Bodu Bala Sena di Aluthgama, 50 kilometer selatan Kolombo, Sri Lanka, Senin (16/6).

Sebuah surat kabar Sri Lanka mengatakan kekerasan pecah di kota Alutgama, setelah kelompok Budhis garis keras menyerang masjid dan rumah warga muslim.

Pihak berwenang mengatakan, bentrokan antara umat Muslim dan Budhis telah menewaskan sedikitnya tiga Muslim dan melukai sedikitnya 75 orang di Sri Lanka Selatan.

Kekerasan Minggu malam di dua kota pantai Aluthgama dan Beruwala – terjadi menyusul sebuah rapat akbar yang dilangsungkan kelompok Budhis garis keras, Bodu Bala Sena (BBS), dan dikabarkan dipicu oleh pertikaian setempat.

Sejumlah warga mengatakan, para pendukung BBS membakar sejumlah rumah dan menyerang masjid-masjid. Pihak berwenang memberlakukan jam malam di kawasan yang populer di kalangan turis itu.

Menteri Kehakiman Sri Lanka Rauf Hakeem menuduh pemerintahnya sendiri tidak mengambil tindakan untuk mencegah kerusuhan. Ia mengatakan, pihak berwenang membiarkan BBS melangsungkan pertemuan tanpa menyediakan pengamanan tambahan bagi warga Muslim.

BBS, yang telah terlibat dalam usaha anti-Muslim, dikabarkan mendapat dukungan pemerintah. Banyak di antara mereka yang terlibat dalam kekerasan terhadap Muslim dan penganut ajaran Kristen tidak dihukum.

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa bersumpah akan melangsungkan penyelidikan atas kekerasan itu dan mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Pemerintah Sri Lanka mendapat kecaman karena tidak melakukan tindakan memadai untuk melindungi kelompok-kelompok agama minoritas sejak akhir perang saudara yang berlangsung hampir tiga dekade.

Militer mengalahkan kelompok pemberontak Macan Tamil pada Mei 2009, dengan kedua pihak dituduh melakukan pelanggaran HAM dalam konflik itu.
XS
SM
MD
LG