Tautan-tautan Akses

Bendungan Tak Dibangun, Warga Pedesaan India Boikot Pemilu


Seorang petugas keamanan berjaga ketika Rubi Paul, 89 tahun, duduk di tempat tidurnya di belakang layar pemungutan suara portabel, memberikan suaranya di kediamannya di Guwahati, India, Minggu, 28 April 2024. (Foto: AP)
Seorang petugas keamanan berjaga ketika Rubi Paul, 89 tahun, duduk di tempat tidurnya di belakang layar pemungutan suara portabel, memberikan suaranya di kediamannya di Guwahati, India, Minggu, 28 April 2024. (Foto: AP)

Penduduk pedesaan yang tinggal di distrik Malda, India Timur mengatakan pada Minggu (5/5) bahwa mereka akan memboikot pemilu yang akan berlangsung. Tindakan itu dilakukan karena lambannya respons pemerintah terhadap sungai Gangga yang meluap di kawasan tersebut.

Berlokasi di tepi sungai yang dianggap suci tersebut, warga di Birnagar mengatakan bahwa ribuan orang telah kehilangan tempat tinggal karena meluapnya sungai dan erosi kawasan tepi sungai.

“Kami menuntut pemerintah untuk mencari jalan keluar dari meluapnya sungai Gangga. Rumah-rumah telah rusak, ribuan orang kehilangan rumah dan hal ini harus dicarikan jalan keluar dengan cepat. Hanya dengan begitu kami mau memilih, jika tidak tentu kami tidak memilih,” kata Birju, warga setempat.

Suresh, warga yang lain mengatakan, “Jika pemerintah tidak melakukan apa-apa untuk masyarakat, lalu mengapa kami harus memilih dalam pemilu?”

Gambar-gambar menunjukkan kondisi rumah-rumah yang rusak dan bangunan yang hanyut karena naiknya permukaan sungai.

Karena takut kehilangan rumah mereka, banyak yang pindah ke kawasan lebih jauh dari sungai.

Warga setempat mengatakan, persoalan tersebut telah berlangsung selama beberapa dekade tetapi tidak ada tindakan yang diambil dan karena itulah mereka memutuskan untuk tidak ikut memilih dalam pemilu tahun ini.

Kawasan ini dijadwalkan untuk menyelenggarakan pemungutan suara di tahap ketiga dalam pemilu yang sedang berlangsung, yang dijadwalkan pada Selasa, 7 Mei. [ns/uh]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG