Tautan-tautan Akses

Batik Sarana Diplomasi Indonesia di Pentas Dunia

  • Budi Nahaba

Display Batik di Musium Nasional Indonesia, Jakarta (foto:dok).

Display Batik di Musium Nasional Indonesia, Jakarta (foto:dok).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dalam pembukaan 'World Batik Summit' di Jakarta, Batik sebagai identitas Indonesia dapat digunakan sebagai sarana diplomasi Indonesia di pentas dunia.

Pekan ini Indonesia menggelar World Batik Summit di Jakarta Convention Center (JCC), di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pameran batik terbesar kali ini diikuti oleh 117 peserta dari 11 negara di dunia, berlangsung sejak Rabu (28/9) lalu, berakhir hari Minggu, 2 Oktober 2011.

Dari pantauan VOA, sampai Minggu siang semua arena stand pameran di JCC cukup dipadati pengunjung. Pengunjung dari kalangan produsen, para desainer, perajin, tampak berbaur dengan masyarakat penggemar batik.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik sebelumnya mengatakan, berbagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan batik Indonesia dilakukan, terutama agar batik semakin dicintai. “Selain diakui dunia, (batik) juga berdampak terhadap perekonomian. Sehingga makin banyak orang yang menggunakan batik, itu akan menguntungkan pengrajin batik, pengrajin akan mendapatkan buahnya”, demikian ungkap metri Jero Wacik.

Dari area panggung hiburan, tampak sejumlah artis tampil berbusana batik diatas pentas juga digelar di JCC Senayan. Pengunjung pameran antusias menyaksikan peragaan artis berbusana batik yang tampak cukup anggun hari Minggu (2/10).

Beberapa pengunjung menyayangkan pameran batik sering digelar cukup singkat waktunya dan terlalu jarang. Beberapa pengunjung lain, terutama kaum muda mengatakan, kualitas batik Indonesia jauh lebih tinggi, dibandingkan kualitas batik impor asal Tiongkok, India dan sejumlah negara di kawasan Asia Selatan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat acara pembukaan pameran batik dunia, World Batik Summit Rabu lalu mengatakan, batik merupakan identitas Indonesia dan dapat dijadikan sarana diplomasi kepada semua negara sahabat di dunia. “Kita semua rakyat Indonesia, sahabat-sahabat kita bangsa lain di dunia juga suka dan cinta batik, sekaligus suka memakai batik, maka masa depan batik akan cerah”, demikian pidato Presiden SBY.

Menurut Presiden SBY, sampai sekarang usaha batik di tanah air mencapai 55 ribu unit, dan dijalankan oleh Usaha Kecil & Menengah (UKM). Jika jumlah ini terus berkembang, maka bisa mengurangi jumlah pengangguran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan perajin batik Indonesia.

Data Kementerian Perdagangan menyebut, total penjualan batik Indonesia tahun 2010 sekitar Rp 5 Trilyun. Sementara target tahun 2011 ini, penjualan batik untuk dalam negeri maupun ekspor Rp 7 trilyun.Total Ekspor Batik Indonesia tahun 2010 lebih dari 22, 3 juta dolar AS.

Bulan Juli 2011 lalu, Indonesian Batik: World Heritage juga digelar meriah di Kedutaan Indonesia KBRI Washington, AS. Acara dihadiri tamu undangan, termasuk warga Amerika yang ingin mengenal batik lebih jauh. Pameran menampilkan sekitar 60 kain batik dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Cirebon, Pontianak, dan lain-lain.

Sementara, guna menyambut Hari Batik Sedunia yang diperingati tanngal 2 Oktober, Kedutaan Besar AS di Jakarta menggelar pameran batik yang menampilkan beberapa corak Batik koleksi Ann Dunham, ibunda Presiden Obama, selama ia berada di Indonesia.

Badan Kebudayaan PBB UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009 lalu. Pakar mengatakan Indonesia memiliki tugas besar melestarikan dan mengembangkan batik sebagai warisan dunia.

XS
SM
MD
LG