Tautan-tautan Akses

Bank Dunia Tahan Pinjaman untuk Uganda Karena UU Anti-Gay


Koran-koran lokal di Uganda yang menampilkan berita mengenai undang-undang anti-homoseksualitas yang ketat (25/2). (AFP/Isaac Kasamani)

Koran-koran lokal di Uganda yang menampilkan berita mengenai undang-undang anti-homoseksualitas yang ketat (25/2). (AFP/Isaac Kasamani)

Langkah Bank Dunia ini sesuatu yang tidak biasa, mengingat lembaga itu biasanya menghindari keterlibatan dalam politik suatu negara.

Bank Dunia pada Kamis (27/2) mengatakan telah menunda pemberian pinjaman US$90 juta untuk sistem kesehatan Uganda karena adanya aturan yang memperkeras hukuman bagi gay, sebuah langkah tidak biasa bagi sebuah lembaga yang biasanya menghindari keterlibatan dalam politik.

"Kami telah menunda proyek tersebut untuk mengkaji lebih lanjut untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan pembangunan tidak akan terkena dampak merugikan dari pemberlakuan undang-undang baru ini," ujar juru bicara Bank Dunia, David Theis.

Presiden Uganda Yoweri Museveni menandatangani undang-undang anti-gay awal minggu ini yang memperkuat aturan yang sudah ketat melawan homoseksual, dan menghukum mereka yang tidak melaporkan siapapun yang melanggar aturan.

Homoseksualitas merupakan tabu di hampir semua negara Afrika dan ilegal di 37 negara, termasuk Uganda, tempat homoseksualitas merupakan tindak pidana sejak jaman penjajahan Inggris.

Bank Dunia, lembaga pemberantasan kemiskinan yang berbasis di Washington, biasanya menarik diri dari keterlibatan dalam politik internal suatu negara atau isu-isu yang diperdebatkan seperti hak-hak gay, untuk menghindari pertentangan dengan para anggota negara berjumlah 188 itu.

Bank Dunia masih memiliki portfolio proyek senilai $1,56 miliar di Uganda, yang merupakan salah satu dari negara-negara termiskin di dunia.

Penundaan pinjaman itu menyusul pengumuman dari Norwegia dan Denmark yang mengatakan akan menahan donasi untuk Uganda karena aturan tersebut. Donor-donor lain juga telah mengancam akan bertindak sama, dan Amerika Serikat mengatakan sedang mengkaji ulang hubungan dengan Uganda.

Kemarahan Barat atas undang-undang anti-homoseksualitas telah memicu kejatuhan mata uang shilling di Uganda, membuat bank sentral harus melakukan intervensi selama dua hari berturut-turut.

Dewan eksekutif Bank Dunia telah dijadwalkan untuk menyetujui proyek kesehatan Uganda pada Kamis. Uang tersebut seharusnya dapat menambah pinjaman kesehatan 2010 yang fokus pada kesehatan ibu, perawatan bayi yang baru lahir dan keluarga berencana. (Reuters)
XS
SM
MD
LG