Tautan-tautan Akses

AS

Amerika Desak Uganda Batalkan UU Anti-Gay


Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki (Foto: dok).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki (Foto: dok).

Amerika mendesak Uganda agar membatalkan UU anti-gay baru yang ditandatangani Presiden Yoweri Museveni hari Senin (24/2).

Pernyataan Gedung Putih mengatakan Museveni “membawa kemunduran bagi Uganda” dengan menandatangani UU itu. Gedung Putih mengatakan UU itu adalah penghinaan dan berbahaya bagi kaum gay di Uganda dan mencerminkan secara buruk catatan HAM di negara itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki mengatakan Amerika mengkaji ulang hubungan dengan Uganda sebagai akibat UU itu.

Tercakup dalam UU itu adalah sanksi berat baru terhadap seks sesama jenis dan larangan terhadap apa yang disebut “promosi” homoseksualitas.

Lembaga HAM Amnesty International menyebut UU itu “sangat menyakitkan hati” dan mempermalukan jaminan hak asasi dalam konstitusi Uganda.

Presiden Museveni membela UU itu dalam acara penandatanganan hari Senin, mengatakan sejumlah kajian menunjukkan homoseksualitas adalah pilihan dan bukan faktor keturunan. Ia juga mengklaim ada beberapa kelompok yang hendak mengajak kaum muda Uganda agar menjadi gay.

Homoseksualitas ilegal di 37 negara Afrika dan merupakan isu tabu di banyak bagian di benua itu. Kalangan aktivis mengatakan hanya sedikit orang gay Afrika yang bisa hidup secara terbuka.
XS
SM
MD
LG