Tautan-tautan Akses

Australia Pertimbangkan Buka Kembali Pusat Penahanan di Papua Nugini dan Nauru


Foto yang dirilis oleh Tim SAR Indonesia, memperlihgatkan gambar sebuah perahu kayu yang diperkirakan mengangkut sedikitnya 180 pencari suaka ke Australia terombang ambing di perairan sekitar Christmas Island, Australia, 4 Juli lalu (Foto: dok).

Foto yang dirilis oleh Tim SAR Indonesia, memperlihgatkan gambar sebuah perahu kayu yang diperkirakan mengangkut sedikitnya 180 pencari suaka ke Australia terombang ambing di perairan sekitar Christmas Island, Australia, 4 Juli lalu (Foto: dok).

Australia mempertimbangkan rencana membuka kembali pusat-pusat penahanan di Papua Nugini dan Nauru, untuk mencegah pelayaran berbahaya pencari suaka ke Australia.

Australia mempertimbangkan cara untuk mencegah pencari suaka berusaha menempuh pelayaran berbahaya ke Australia dengan membuka kembali pusat-pusat penahanan di Papua Nugini dan Nauru.

Sebuah panel ahli memberitahu para legislator hari Senin bahwa Australia seyogyanya juga menaikkan kuota pengungsi tahunan menjadi 20.000 untuk mendorong lebih banyak orang mencari suaka melalui jalur resmi. Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan, strategi itu dapat membantu menyelamatkan nyawa.

Menurut para pejabat Australia lebih dari 100 perahu telah membawa lebih dari 7.000 pencari suaka ke Australia tahun ini, sementara lebih dari 1.000 orang telah tewas dalam upaya berlayar ke Australia sejak tahun 2001.

Organisasi HAM Amnesty International mengecam rencana untuk mendeportasi pencari suaka, yang disebutnya sebagai kemunduran besar dalam kebijakan pengungsi Australia.
XS
SM
MD
LG