Tautan-tautan Akses

Atlet Angkat Besi Berhijab Ingin Berdayakan Perempuan


Kulsoom Abdullah berupaya memberdayakan perempuan lain untuk lebih terlibat dalam olahraga angkat besi (foto: dok).

Kulsoom Abdullah berupaya memberdayakan perempuan lain untuk lebih terlibat dalam olahraga angkat besi (foto: dok).

Seorang perempuan Muslim di AS berupaya memberdayakan perempuan lain untuk lebih terlibat dalam olahraga yang tidak umum.

Kulsoom Abdullah, 38, yang berasal dari wilayah konservatif di Pakistan, tertarik dengan angkat besi pada usia 20an.

Dia memenuhi kualifikasi untuk bertanding dalam kompetisi nasional Angkat Besi AS tahun 2010 tetapi tidak jadi ikut karena merasa tidak nyaman mengenakan pakaian ketat yang memperlihatkan lengan dan kaki, sesuai peraturan.

Abdullah memprotes aturan pakaian itu, namun upayanya gagal. Teman-temannya kemudian memulai kampanye di media sosial. Ketika media berita mengangkat kisahnya, Abdullah mulai menyerukan perubahan dalam aturan pakaian asosiasi angkat besi itu.

Situsnya LiftingCovered.com dan laman Facebook-nya mendokumentasikan karir angkat besinya. Dia menyerukan agar atlet diizinkan bertanding dengan busana yang tidak melanggar keyakinannya, sehingga membuka kesempatan bagi perempuan dari berbagai wilayah di dunia untuk berkompetisi.

Upayanya membuahkan hasil dan organisasi Angkat Besi AS, kemudian Federasi Angkat Besi Internasional mengubah aturannya, dan memungkinkan Abdullah dan atlet lain sepertinya bertanding dengan menggunakan hijab.

Abdullah mewakili Pakistan dalam Kejuaraan Angkat Besi Dunia 2011 sebagai perempuan berhijab pertama yang berkompetisi pada tingkat internasional.

Berkat Abdullah, kini para atlet perempuan berhijab bisa berkompetisi dalam berbagai kejuaraan. Dia menyebut keberhasilannya sebagai atlet adalah berkat dukungan keluarganya, terutama ayahnya. Abdullah, yang kini tinggal di Atlanta, Georgia, memang sudah tidak ikut bertanding lagi tapi terus membantu melatih perempuan lain dalam bidang angkat besi. [vm/ii]

XS
SM
MD
LG