Tautan-tautan Akses

AS Pertimbangkan Sanksi Baru terhadap Rusia


Asisten Menlu AS untuk Eropa dan Eurasia, Victoria Nulland mengatakan AS mempertimbangkan sanksi baru terhadap Moskow.

Asisten Menlu AS untuk Eropa dan Eurasia, Victoria Nulland mengatakan AS mempertimbangkan sanksi baru terhadap Moskow.

Pemerintah AS sedang mempertimbangkan sanksi-sanksi baru terhadap Rusia, jika terus terjadi pelanggaran gencatan senjata di Ukraina timur.

Seorang pejabat tinggi Amerika mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan sanksi-sanksi baru terhadap Rusia, jika terus terjadi pelanggaran perjanjian gencatan senjata Ukraina yang dicapai bulan lalu di Minsk, Belarus, dan pihaknya telah mengirim tim ke Eropa untuk mengkoordinasikan langkah-langkah dengan sekutu.

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Untuk Urusan Eropa dan Eurasia Victoria Nulland hari Rabu (4/3) mengatakan kepada Komite Luar Negeri DPR bahwa sanksi-sanksi baru akan diberlakukan “jika Rusia terus memanas-manasi konflik di Ukraina Timur” atau di bagian-bagian lain negara itu, dan gagal menerapkan perjanjian yang ditandatangani antara pemerintah Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia itu.

Nulland mengatakan Amerika prihatin tentang “terjadinya baku tembak baru di Ukraina Timur” dalam beberapa hari terakhir ini. Ia juga mengatakan Presiden Barack Obama belum memutuskan untuk mengirim bantuan senjata ke Ukraina.

Kanselir Jerman Angela Merkel hari Rabu mengeluarkan peringatan serupa kepada Rusia dengan mengatakan pada para wartawan di Brussels – setelah bertemu Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker – bahwa “sangat jelas” bahwa jika perjanjian yang dicapai di Minsk “tidak berjalan” maka negara-negara anggota Uni Eropa dan komisi tersebut “cukup siap untuk mengenakan sanksi-sanksi baru”.

Komandan Tentara Amerika di Eropa Letjen Ben Hodges hari Selasa (3/3) mengatakan sekitar 12 ribu tentara mendukung kelompok separatis di Ukraina Timur, sementara 29 ribu tentara Rusia ditempatkan di Krimea yang dianeksasi Rusia dari Ukraina tahun lalu.

Reuters melaporkan Hodges juga mengatakan Rusia telah menempatkan 50 ribu pasukan di perbatasan dengan Ukraina untuk berjaga-jaga jika jika kelompok separatis mengalami kekalahan.

Konflik di Ukraina telah menewaskan lebih dari enam ribu orang.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG