Tautan-tautan Akses

AS, Inggris Khawatirkan Kemungkinan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah


Perdana Menteri Inggris David Cameron (Foto: dok).

Perdana Menteri Inggris David Cameron (Foto: dok).

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan semakin banyak bukti bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak.

Pernyataannya Perdana Menteri Inggris David Cameron telah mengukuhkan sebuah laporan dari dinas-dinas intelijen Amerika.

Cameron menyebut perkembangan itu sangat memprihatinkan, Jumat (26/4) dan menambahkan bahwa itu sudah tergolong kejahatan perang dan mengisyaratkan agar masyarakat internasional untuk ikut terlibat.

Hari Kamis, Gedung Putih mengatakan dinas-dinas intelijen Amerika meyakini – dengan tingkat keyakinan beragam – bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan gas sarin dalam skala kecil terhadap pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Namun laporan itu mengatakan bukti itu tidak cukup meyakinkan untuk mengubah pengambilan keputusan Amerika atas masalah itu.

Beberapa legislator Amerika telah semakin keras menyerukan agar Amerika melakukan campur tangan militer dalam konflik yang telah menewaskan 70 ribu orang sejak dimulai Maret 2011.

Sementara itu pertempuran berkobar di ibukota Damaskus, Jumat. Kelompok Syrian Observatory for Human Rights mengatakan bentrokan sengit antara pemberontak dan pasukan pemerintah pecah di kawasan permukiman Barzeh di Damaskus Utara.

Kelompok yang berbasis di Inggris itu juga mengatakan pemberontak dan pasukan pemerintah bentrok di bagian Timur dan Selatan ibukota. Kelompok yang mendapatkan informasi dari jaringan aktivis dan pejuang di Suriah tersebut mengatakan sedikitnya 130 orang tewas dalam pertempuran Kamis.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG