Tautan-tautan Akses

AS

AS akan Permudah Kembalinya Tahanan ke Masyarakat


Para narapidana belajar di kelas di penjara San Quentin, di California, AS (foto: ilustrasi).

Para narapidana belajar di kelas di penjara San Quentin, di California, AS (foto: ilustrasi).

Departemen Kehakiman AS akan mulai menyediakan program latihan kerja dan ketrampilan bagi lebih dari 400 ribu narapidana yang akan dibebaskan setiap tahun.

Departemen Kehakiman Amerika mengatakan akan mulai menyediakan program latihan kerja dan – ketrampilan - perorangan bagi lebih dari 400 ribu narapidana yang akan dibebaskan setiap tahun dari penjara-penjara di Amerika, dengan harapan akan memperlancar rehabilitasi - pengembalian mereka ke dalam masyarakat.

Jaksa Agung Loretta Lynch mengumumkan rencana tersebut sebagai bagian dari upaya Amerika untuk merombak aturan hukuman yang mengarah pada - pemenjaraan massal terhadap para pelanggar hukum dan kini dipandang luas sebagai langkah diskriminatif terhadap kelompok minoritas dan warga kulit hitam.

Sejumlah pejabat pemerintah dan anggota Kongres menyerukan hukuman yang lebih ringan dan menjalani hukuman di yang disebut ‘halfway houses’ - atau program lain pemerintah bagi pelanggar hukum bukan dengan kekerasan, dibandingkan memasukkan mereka ke penjara.

Rancangan yang lebih – perorangan bagi narapidana yang keluar dari penjara ini akan mencakup peta jalan pendidikan dan latihan kerja, serta perawatan kesehatan - jiwa dan pelanggaran narkoba.

Lynch mendesak gubernur negara bagian untuk memudahkan para bekas narapidana -untuk memperoleh kartu identitas sehingga mempermudah transisi mereka ke kehidupan di luar dinding penjara, dengan mengatakan hal ini akan membantu mereka memperoleh surat ijin mengemudi.

“Dampak jangka panjang suatu rekam kejahatan akan menyulitkan banyak orang meraih pekerjaan, rumah, pendidikan yang lebih tinggi dan kredit”, ujar Lych. “Dan hambatan-hambatan ini mempengaruhi kembalinya individu-individu tersebut, bahkan ketika seluruh kehidupan mereka sudah berubah dan tampaknya tidak akan melanggar hukum lagi."

Di Gedung Putih, beberapa pakar menganalisa dampak hukuman massal di Amerika.

Todd Cox dari Pusat Kemajuan Amerika – sebuah lembaga liberal – mengatakan sepertiga warga Amerika memiliki catatan kriminal dan hampir separuh anak-anak di - memiliki sedikitnya satu orang tua yang pernah - dihukum.

Beberapa pejabat lain menyerukan perubahan UU tahun 1994 yang - menyebabkan pemenjaraan massal di Amerika. Para anggota fraksi Demokrat dan Republik di Kongres juga menyerukan perubahan, tetapi masih ada ketidaksepakatan tentang bagaimana – bentuk perubahan itu. [em]

XS
SM
MD
LG