Tautan-tautan Akses

Anthony Ginandjar, Koreografer Kelas Dunia Keturunan Indonesia


Anthony Ginandjar (kanan), koreografer keturunan Indonesia bersama rekannya Ashley Evans (kiri) dalam 'The Squared Division' merancang koreografi dan show penyanyi Britney Spears (tengah) (Foto courtesy: The Squared Division).

Anthony Ginandjar (kanan), koreografer keturunan Indonesia bersama rekannya Ashley Evans (kiri) dalam 'The Squared Division' merancang koreografi dan show penyanyi Britney Spears (tengah) (Foto courtesy: The Squared Division).

Seorang keturunan Indonesia turut berada di balik kesuksesan pertunjukan megah Britney Spears, ‘Piece of Me’, di kota Las Vegas, AS.

Jauh sebelum menjadi koreografer kelas dunia, Anthony Ginandjar sudah hobi menari dan menyanyi. Kepada reporter VOA, Vina Mubtadi, pria yang lahir dan besar di Australia ini menceritakan salah satu kebiasaannya waktu kecil.

"Sejak kecil saya senang menyanyi dan menari. Ibu saya bercerita saya sering naik di atas kursi lalu menari dan menyanyi di depan keluarga dan teman. Orangtua saya juga sangat mendukung pilihan saya untuk menyanyi dan menari," ungkap Anthony.

Hobi serta dukungan ayahnya, seorang warga Indonesia, dan ibunya, seorang warga Italia, membawanya ke Western Australian of Performing Arts, di mana dia menimba ilmu tari dan teater. Sejak itu pria yang menyukai rendang ini mulai sering tampil dan mengajar.

"Saya mulai mengajar kira-kira pada usia 18 tahun. Sebagai guru tari saya mulai belajar cara koreografi. Kira-kira pada usia 22 tahun, saya mulai mendapat pekerjaan koreografi kecil-kecilan di sekitar Perth. Lalu sewaktu saya pindah ke Sydney, saya mulai mendapatkan pekerjaan yang lebih besar dan sampai ke saya yang sekarang ini," paparnya.

Sejak enam tahun lalu, laki-laki 32 tahun ini, bersama rekannya Ashley Evans, mendirikan The Squared Division. Ini adalah rumah produksi yang berbasis di Australia, yang menawarkan jasa koreografi dan artistik untuk artis, konser, event fashion, korporat, dan masih banyak lagi.

Anthony Ginandjar (kiri), koreografer kelas dunia keturunan Indonesia bersama penyanyi AS, Taylor Swift. (Foto courtesy: The Squared Division).

Anthony Ginandjar (kiri), koreografer kelas dunia keturunan Indonesia bersama penyanyi AS, Taylor Swift. (Foto courtesy: The Squared Division).

Perusahaannya semakin berkembang dan sejak setahun lalu merambah ke Amerika dan berkantor di Los Angeles. Klien-klien besarnya termasuk penyanyi Kylie Minogue, Ke$ha, Taylor Swift dan yang terbaru; Britney Spears.

Tarian dalam video klip Britney, Work B**ch, adalah salah satu hasil rancangan Anthony dan Ashley.

Mereka juga terlibat dalam pertunjukkan spektakuler ‘Piece of Me’ di Las Vegas, di mana Britney tampil sebanyak 50 kali setahun selama dua tahun. Dalam setiap pertunjukkan yang berdurasi 90 menit, penyanyi 32 tahun itu membawakan lebih dari 20 lagu dengan berbagai macam kostum di atas panggung yang sangat artistik. Ketika menyanyikan lagu “Everytime” misalnya, dia tampil melayang dengan kostum dan sayap bak malaikat. Dan tidak hanya itu, kata koreografer Ashley Evans, kepada VOA.

“Pertunjukkannya sangat megah, menghadirkan hits-hits Britney sepanjang karir musiknya, kami menggunakan efek spesial, teknologi baru, proyeksi video. Kami juga melibatkan penari-penari terbaik di dunia dan koreografi yang indah. Dan Britney sangat bekerja keras untuk memberikan yang terbaik,” ujar Ashley.

Seorang warga Indonesia, Willy Priyoko, menyaksikan pertunjukkan perdananya pada tanggal 27 Desember. Pria yang sedang liburan di Amerika ini mengatakan kepada VOA, meskipun pelantun “I’m A Slave For You” itu kurang interaktif dengan penonton, tapi secara keseluruhan, penampilannya mengundang decak kagum.

“It's quite different from other resident show karena penontonnya seperti menonton konser; bebas jingkrak-jingkrak dan foto. Jadi energi shownya enak banget. Tidak hanya duduk menunggu klimaks adegan,” komentar Willy.

Untuk pertunjukkan ‘Piece of Me’ ini, duo koreografer Anthony dan Ashley melatih Britney selama lima bulan. Mereka mengatakan merasa beruntung bisa bekerja sama dengan pop star yang melejit lewat “Hit Me Baby One More Time” itu.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Britney adalah seorang ikon. Saya dan Anthony mendengarkan musiknya sejak dulu, mengidolakannya, dan menonton video-video klipnya. Dia adalah ikon generasi kami. Sekarang kami bekerja sama dengannya dan merancang koreografinya, jadi kami merasa beruntung, dan semoga kami bisa membahagiakan Britney dan para penggemarnya,” tambah Ashley.

Meskipun sudah bekerjasama dengan artis-artis kelas dunia, Anthony memendam keinginan untuk bekerjasama dengan artis Asia.

“Kami ingin sekali bekerja dengan artis-artis Indonesia atau Asia, hanya saja kami belum mendapat kesempatan. Jadi, siapa saja yang ingin menggunakan jasa Squared Division, silahkan hubungi kami! Semoga kami bisa bekerja sama dengan pop star Indonesia,” harap Anthony.

Dan bagi para koreografer muda berbakat di Indonesia, Anthony punya nasihat yang berikut ini.

"Yang penting bekerja keras, menjadi diri sendiri, dan konsisten. Industri ini juga ada pasang surutnya. Harus siap mengantisipasi kesuksesan ataupun kegagalan. Sebaiknya juga pandai mengatur bisnis dan jadilah orang yang sekreatif mungkin. Dan kelola imej Anda dengan baik," tuturnya.

Pertunjukkan ‘Piece of Me’ Britney Spears dapat disaksikan di hotel Planet Hollywood, Las Vegas sampai tahun depan.

XS
SM
MD
LG