Tautan-tautan Akses

Anjing-anjing yang Teraniaya di Thailand Temukan Kehidupan Baru di Amerika

  • Associated Press

Laurie Bernie, kiri, pendiri LIFE Animal Rescue dan putrinya Emily, kanan, dengan Casey, kiri, dan Velvet di tempat penampungan di Agoura Hills, California. LIFE telah menempatkan 50 anjing dari Thailand dalam dua tahun terakhir.

Laurie Bernie, kiri, pendiri LIFE Animal Rescue dan putrinya Emily, kanan, dengan Casey, kiri, dan Velvet di tempat penampungan di Agoura Hills, California. LIFE telah menempatkan 50 anjing dari Thailand dalam dua tahun terakhir.

Untuk pertama kalinya mereka menapak di atas rumput dan berguling-guling di atas tanah, sesuatu yang lumrah bagi anjiing-anjing peliharaan di Amerika.

Tiga ekor anjing Betsy Garvin diselamatkan dari Thailand, di mana mereka dikurung sejak lahir, tempat banyak anjing berkeliaran di jalan-jalan ataupun dikembangbiakkan untuk disantap seperti di negara-negara Asia lainnya. Ketiga anjing jenis campuran ini, berusia 2 hingga 9 tahun, meninggalkan sebuah fasilitas luar ruangan di Thailand di mana anjing-anjing berhimpit-himpitan di kandang-kandang yang kotor. 40 jam kemudian, mereka mendapat kesempatan baru di California bagian selatan.

Begitu sampai di rumah baru mereka, Gigi dan Mimi dengan berhati-hati keluar dari kandang yang membawa mereka selama penerbangan dan melihat-lihat sekeliling mereka, sementara sang anjing jantan, Singha, langsung melompat keluar. Ia berjalan di atas karpet, sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, lalu menghirup bau tanah di luar.

"Ia seperti mengatakan: 'Wow, saya ada di rumah.' Saya membiarkan mereka menikmati kebebasan mereka, buang air dan menghirup udara segar," ujar Garvin, yang tinggal di Agoura Hills, sekitar 56 kilometer sebelah barat laut Los Angeles.

Lembaga penyelamat binatang LIFE Animal Rescue di California ini telah menempatkan 50 anjing dari Thailand dalam dua tahun belakangan, termasuk di antaranya di rumah Garvin, menurut pendiri LIFE, Emily Bernie. Ia bermitra dengan Cindy Amey, yang sudah menetap di Thailand selama lima tahun terakhir dan membangun jaringan sukarelawan bersama para dokter hewan dan mereka yang akan mengangkut anjing-anjing tersebut ke luar Thailand.

Mereka bukan satu-satunya yang berupaya menyelamatkan anjing-anjing yang dijadikan santapan di beberapa negara, walaupun permintaan akan daging anjing sudah mulai menurun di luar negeri. Pada bulan Maret, Humane Society International dan lembaga Change for Animals Foundation bekerjasama untuk membawa hampir 60 anjing dari sebuah peternakan di Korea Selatan ke California bagian utara untuk diadopsi. Para peternak setuju untuk menutup bisnis mereka dan beralih menjadi petani. Di bulan Januari, lebih dari 20 anjing diselamatkan dari peternakan anjing di Korea Selatan dan mereka dikirim ke Washington D.C. untuk memulai hidup baru.

Garvin penasaran bagaimana anjing-anjing barunya beradaptasi di tempat baru, mengingat mereka tidak terbiasa menikmati berbagai hal yang lazim bagi anjing-anjing peliharaan di Amerika, seperti memiliki mainan sendiri, menikmati makanan lezat dan menerima curahan perhatian dari manusia.

"Saya tidak tahu apakah langkah saya untuk langsung memberikan ruang sebegini luas kepada mereka adalah langkah yang tepat," katanya. Tapi, "mereka tampak sangat santai dan mengikmati segala sesuatu. Menyenangkan sekali melihat mereka seperti ini."

Enam minggu di tempat baru, Gigi dan Mimi tampak semakin nyaman walaupun selalu mengikuti Garvin ke manapun ia pergi, sementara Sangha masih tampak sedikit bingung.

"Ia sangat terkesan dengan rumput dan suka mencium bau tanah dan semen," katanya.

Anjing-anjing Thailand ini diselamatkan dari kondisi yang seringkali mengenaskan, ujar Amey, yang pindah ke Australia dan membantu menyelamatkan binatang melalui kelompoknya, K9Aid International.

Para penjual daging biasa mengumpulkan anjing-anjing yang ditelantarkan dan berkeliaran di jalan-jalan, mengurung mereka di kandang-kandang sempit dan mengangkut mereka di truk-truk untuk dijual sebagai makanan. Anjing-anjing lain yang diangkut dari jalan-jalan dikirimkan ke tempat-tempat penampungan yang menyedihkan dengan kandang-kandang kotor tanpa cukup makanan ataupun perawatan medis. Anjing-anjing seringkali mati akibat penyakit ataupun akibat berkelahi di antara mereka sendiri.

Kelompok Bernie di California dikritik karena menyelamatkan anjing di luar negeri sementara masih banyak anjing di negara sendiri yang masih membutuhkan bantuan.

LIFE Animal Rescue yang didirikan 24 tahun lalu telah menempatkan lebih dari 6.000 anjing di daerah lokal, namun kondisi tempat penampungan di AS telah berubah drastis dalam 25 tahun terakhir, katanya. Banyak di antaranya tidak lagi menerapkan suntik mati bagi anjing yang tidak diadopsi.

"Anjing-anjing ini tidak mengenal batas negara," ujar Bernie. "Bila mereka membutuhkan pertolongan, saya tidak peduli di mana lokasi mereka."

Kerja keras mereka telah mendatangkan akhir yang bahagia bagi Garvin dan tiga anjing barunya. Ketiga anjing kini sudah mulai terbiasa dengan rutinitas mereka di rumah baru: makan dua kali sehari, jalan-jalan tiga kali sehari, bermain, menonton TV di ruang atas dilanjutkan dengan tidur.

"Luar biasa bagaimana mereka telah beradaptasi," ujar Garvin.

XS
SM
MD
LG