Tautan-tautan Akses

AS

Analis: Persetujuan Nuklir Iran Untungkan Rusia


FILE - President Barack Obama answers questions about the Iran nuclear deal during a news conference in the East Room of the White House in Washington, July 15, 2015.

FILE - President Barack Obama answers questions about the Iran nuclear deal during a news conference in the East Room of the White House in Washington, July 15, 2015.

Persetujuan nuklir antara Amerika dan lima mitranya dengan pemerintah Iran, kemungkinan akan sangat menguntungkan bagi Rusia, kata para analis.

Perjanjian yang dicapai oleh kelompok P5 ditambah Jerman itu akan secara bertahap mencabut sanksi-sanksi ekonomi terhadap Iran. Rusia yang merupakan sekutu Iran memainkan peran penting dalam mencapai kata sepakat perjanjian nuklir itu minggu lalu. Presiden Amerika Barack Obama memuji Presiden Vladimir Putin atas bantuannya untuk mendorong Iran mencapai perjanjian itu.

Kalau sanksi-sanksi itu dicabut, sejumlah perusahaan Rusia sudah siap akan menanam modal di Iran. Kepala perusahaan minyak Rusia yang besar, Vagit Alekperov mengatakan perusahaannya siap kembali ke Iran begitu sanksi-sanksi dicabut. Sejumlah perusahaan minyak barat juga telah menyatakan minat yang serupa.

Tapi russia agaknya akan memainkan peran utama dalam pengembangan tenaga nuklir untuk tujuan damai di Iran. Perusahaan tenaga atom Rusia, Rosatom telah membantu membangun pusat pembangkit listrik nuklir Iran di Busher dan berencana akan membangun lebih banyak PLTN di negara itu.

XS
SM
MD
LG