Tautan-tautan Akses

AS

Obama Bela Kesepakatan Nuklir Iran


Presiden Barack Obama menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai kesepakatan nuklir Iran dalam konferensi pers di Ruang Timur Gedung Putih, Selasa (15/7).

Presiden Barack Obama menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai kesepakatan nuklir Iran dalam konferensi pers di Ruang Timur Gedung Putih, Selasa (15/7).

Presiden Barack Obama mengatakan Amerika terus menekan Iran agar membebaskan tiga warganya yang ditahan serta seorang lagi yang diyakini ada di Iran tetapi tidak diketahui keberadaannya. Beberapa pengecam kesepakatan nuklir Iran mengatakan Amerika seharusnya tidak menyetujui kesepakatan itu sebelum keempat orang tersebut dipulangkan.

Dalam jumpa pers hari Rabu, Presiden Barack Obama menanggapi berbagai pertanyaan mengenai isu domestik. Tetapi ia juga meminta lebih banyak pertanyaan terkait kesepakatan nuklir yang dicapai dengan Iran awal minggu ini. Kata Obama, ia ingin memastikan agar semua keraguan dan pertanyaan terjawab.

Obama mengatakan jika kita mendengarkan sejumlah orang yang mengecam kesepakatan ini, kita mungkin akan berpikir Iran akan menguasai dunia.

Itu tidak akurat, kata Obama. Menurutnya, bahkan jika Iran akhirnya memutuskan membuat senjata nuklir seusai pemantauan internasional selama 10 atau 15 tahun, Amerika nantinya tetap mampu memobilisasi negara-negara lain untuk melawan Iran.

“Tanpa ada kesepakatan,” lanjut Obama, kita berisiko menghadapi lebih banyak perang di Timur Tengah dan negara-negara lain di Timur Tengah akan tergerak untuk membuat senjata nuklir mereka sendiri.”

Presiden Obama mengatakan situasi semacam itu akan menyulut persaingan senjata nuklir di kawasan paling bergejolak di dunia itu.

Obama mengatakan Amerika tidak bisa mengendalikan konflik-konflik regional di Timur Tengah. Tetapi Amerika bisa bekerjasama dengan para mitranya disana untuk menyediakan program-program pendidikan guna memperbaiki nasib orang-orang miskin serta kaum muda yang tidak berpendidikan. Dengan demikian, kata Obama, mereka tidak akan tergoda untuk bergabung dengan militan ISIS melawan dunia Barat.

Presiden Obama memperkirakan Kongres Amerika akan melakukan debat yang sehat seperti seharusnya mengenai kesepakatan nuklir Iran. Tetapi Obama menegaskan argumen sejumlah pihak bahwa Iran tidak boleh sama sekali memiliki program nuklir, bahkan untuk tujuan damai, tidak realistis.

“Dunia tidak sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki program nuklir yang damai,” kata Obama. Ia melanjutkan bahwa Amerika dan negara-negara lainnya telah bersama-sama membatasi program nuklir Iran agar tidak bisa membuat senjata nuklir.

Kata Obama, “akan ada konsekuensi nyata” jika Iran melanggar kesepakatan tersebut, termasuk penerapan kembali berbagai sanksi ekonomi.

Iran dan kelompok enam negara berpengaruh dunia awal minggu ini mencapai kesepakatan seusai perundingan berbulan-bulan. Kelompok enam negara itu atau P5+1 terdiri dari Amerika, Rusia, Inggris, Perancis, Tiongkok dan Jerman.

XS
SM
MD
LG