Tautan-tautan Akses

Aktivis Tuntut Pemerintah India Lindungi Hak Perempuan


Para demonstran duduk di depan spanduk memprotes pemerkosaan dan pembunuhan Desember lalu terhadap seorang perempuan di New Delhi (2/1)

Para demonstran duduk di depan spanduk memprotes pemerkosaan dan pembunuhan Desember lalu terhadap seorang perempuan di New Delhi (2/1)

Demonstrasi terus berlangsung di India, aktivis mengatakan pemerintah tidak bertindak cukup untuk melindungi perempuan menyusul peristiwa perkosaan brutal yang dilakukan sekelompok laki-laki di New Delhi 16 Desember 2012.

Purnimo Rao tinggal di New Delhi selama hidupnya. Dia tidak bisa mengingat kapan ia merasakan keamanan di kota itu, entah itu ketika ia masih seorang gadis kecil atau sekarang ketika ia telah menjadi seorang pembuat film berusia 33 tahun.

“Kita dipelototi, kita mendapat komentar yang tidak senonoh, penuh pelecehan seksual. Jika kiita naik kendaraan umum dan ada laki-laki disana, mereka merasa bebas meraba-raba kita. Ini terjadi di mana-mana, di tempat kerja, oleh rekan-rekan yang seharusnya kita percaya,” kata Rao.

Dulu Rao tidak pernah mengatakan tentang apa yang ia dan perempuan lainnya alami sehari-hari. Dia mengatakan sikap diam itu adalah bagian dari masalah itu.

Sejak itu ia terpanggil untuk bergabung dengan protes yang terjadi hampir setiap hari di New Delhi setelah seorang mahasiswi muda dipukuli dan diperkosa beramai-ramai di dalam bis yang sedang berjalan pada 16 Desember. Korban berusia 23 tahun itu kemudian meninggal karena luka dalam yang parah di rumah sakit di Singapura.

Enam tersangka telah dikenai tuduhan perkosaan dan pembunuhan dan sebuah komisi yang ditunjuk pemerintah telah merekomendasikan langkah-langkah untuk melindungi perempuan dari pelecehan dan kekerasan.

Tetapi aktivis hak-hak perempuan Saheba Farooqui mengatakan peraturan yang disetujui hari Minggu itu oleh Presiden Pranab Mukherjee tidak mengikuti rekomendasi utama dari komisi itu, khususnya sehubungan dengan hukuman terhadap perkosaan dalam rumah tangga (dimana pelaku perkosaan adalah pasangan korban sendiri) dan hukuman terhadap anggota militer India yang melakukan serangan seksual.

“Kami tidak percaya pada pemeritah, karena ini sangat tipikal pemerintah – untuk menenangkan protes, meredam kemarahan rakyat, membuat peraturan baru, membentuk komisi, dan membentuk sesuatu yang baru, Saya kira mereka tidak siap untuk mengeluarkan undang –undang yang komprehensif,” kata Farooqui.

Pemerintah mengatakan proses legislatif masih jauh dari rampung dan isu-isu utama itu akan ditangani.

Purnima Rao berkata ia hanya berharap bahwa pemerintah akan membuktikan janji-janji mereka. Harapan yang juga dipunyai oleh banyak orang yang tahu bahwa perubahan adalah sesuatu yang sulit dan penuh perjuangan (Aru Pande).
XS
SM
MD
LG