Warga Skotlandia Terpecah soal Tetap Gabung Inggris atau Pisah

Band Pegasus Bridge asal Skotlandia ikut memeriahkan peringatan PD II (foto: dok). Warga Skotlandia terpecah antara bergabung atau memisahkan diri dari Kerajaan Inggris.

Jajak pendapat suratkabar Skotlandia menunjukan 47% warga ingin tetap menjadi bagian dari Inggris, sementara hanya 38% mendukung kemerdekaan Skotlandia.

Satu bulan menjelang referendum, dua jajak pendapat menunjukkan bahwa para pemilih Skotlandia terpecah tajam soal apakah akan tetap menjadi bagian Kerajaan Inggris atau berpisah.

Kedua jajak pendapat yang dipublikasikan hari Minggu itu mendapati bahwa mayoritas warga Skotlandia memutuskan tetap menjadi bagian Kerajaan Inggris bersama Inggris, Wales dan Irlandia Utara. Tetapi jajak pendapat itu juga memperlihatkan dukungan bagi kemerdekaan Skotlandia menjelang referendum 18 September mendatang.

Jajak pendapat pertama yang dilakukan suratkabar Skotlandia menunjukan 47% warga Skotlandia mendukung tetap menjadi bagian dari Kerajaan Inggris, sementara 38% mendukung kemerdekaan Skotlandia dan 15% belum mengambil keputusan.

Sementara jajak pendapat kedua yang dilakukan kelompok kampanye pro-kemerdekaan menunjukkan 46% mendukung tetap menjadi bagian dari Kerajaan Inggris, 42% mendukung kemerdekaan Skotlandia dan 12% lainnya belum menentukan sikap.

Kedua jajak pendapat itu memiliki ‘margin-error’ atau tingkat kesalahan survei sekitar 3%.