Warga Peru Mencoblos di TPS di Tengah Pandemi Virus Corona

Petugas pemilu duduk di meja mereka selama pemilihan presiden dan parlemen, di tempat pemungutan suara di Belen, Peru, 11 April 2021. (Foto: REUTERS/Liz Tasa)

Pemilihan umum dimulai di Peru hari Minggu (11/4) di bawah aturan protokol kesehatan yang diberlakukan terhadap masyarakat akibat pandemi virus corona.

Kementerian kesehatan negara Amerika Latin itu memperketat protokol bagi keselamatan warga, termasuk jadwal pemungutan suara baru yang diperpanjang menjadi 12 jam, penggunaan masker, dan pembersihan TPS secara teratur.

"Kita harus laksanakan dan saya senang melakukannya dengan bersemangat hari ini, tidak peduli siapa yang menang," komentar salah seorang pemilih Rosa Villavicencio.

Pemilu itu terjadi ketika berlangsung krisis kesehatan masyarakat yang berkepanjangan sekaligus terungkapnya ketidakadilan yang sudah lama terjadi. Baru-baru ini terungkap sebuah daftar nama termasuk mantan Presiden Martín Vizcarra dimana ratusan orang kaya dan orang-orang yang punya koneksi secara diam-diam terlebih dahulu mendapatkan vaksin COVID-19.

Pada November 2020, Vizcarra dimakzulkan oleh Kongres atas dugaan suap dari sebuah perusahaan konstruksi ketika menjabat gubernur di negara bagian.

Ia digantikan oleh presiden kongres, Manuel Merino, yang menjabat kurang dari seminggu dimana protes besar memaksanya untuk mengundurkan diri. Kongres kemudian menunjuk Francisco Sagasti sebagai presiden.

Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, Peru memiliki lebih dari 1,6 juta kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi, dan lebih dari 54.000 kematian yang dilaporkan terkait dengan COVID-19. [mg/jm]