Warga Pakistan dan Pemimpin Dunia Protes Pembunuhan Menteri

Warga mengutuk pembunuhan Menteri Shahbaz Bhatti dalam sebuah aksi protes di Karachi, Rabu (2/3).

Para pendukung Shahbaz Bhatti, termasuk para angota kelompok minoritas Kristen di Pakistan, memrotes pembunuhan ini di Lahore, Karachi dan Quetta.

Warga Pakistan yang berduka, Rabu, berunjuk rasa setelah pembunuhan atas seorang menteri urusan minoritas, pejabat tinggi kedua yang terbunuh tahun ini karena menentang UU Anti-Penghinaan Agama di Pakistan.

Shahbaz Bhatti, salah satu pejabat yang beragama Kristen di kabinet federal, ditembak mati selagi ia melakukan perjalanan dengan mobilnya di ibukota Islamabad. Saat kejadian, para pengawal pribadi yang ditugasi mengawal sedang tidak bersama dirinya. Sejumlah selebaran Taliban ditemukan di lokasi kejadian, yang memperingatkan untuk tidak mengubah UU Anti-Penghinaan Agama .

Bhatti bulan lalu telah menyampaikan kepada VOA, tentang ancaman yang diterimanya dari Taliban dan Al-Qaida. Tetapi, ia mengatakan tidak akan membiarkan ancaman ini menghalangi niatannya membela hak-hak warga Kristen dan kelompok minoritas lainnya.

UU Anti-Penghinaan Agama di Pakistan mengenakan hukuman mati pada siapapun yang menghina Islam. Tetapi, para kritikus mengatakan UU ini digunakan untuk membungkam kebebasan berbicara dan menyelesaikan perselisihan bisnis dan dendam.

Puluhan pendukung Bhatti, termasuk para angota kelompok minoritas Kristen di Pakistan, memrotes pembunuhan ini di Lahore, Karachi dan Quetta. Mereka menghimbau pemerintah untuk membawa mereka yang bertanggungjawab ke pengadilan.

Menteri Dalam Negeri Rehman Malik memerintahkan peningkatan pengamanan bagi para menteri federal setelah terjadinya serangan tersebut, sementara pihak otoritas di Islamabad mencari para pelakunya.

Presiden Amerika Barack Obama menyampaikan keprihatinannya dengan mengatakan Bhatti telah mengorbankan jiwanya untuk nilai-nilai universal, yaitu kebebasan mempraktekkan agama sesuai keyakinan seseorang.

Vatikan mengatakan serangan tersebut “merupakan tindakan kekerasan yang luar biasa” dan Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengutuk pembunuhan tersebut dan menyerukan Pemerintah Pakistan untuk melindungi hak-hak warga kelompok minoritas.