2 Warga AS Dibebaskan dalam Pertukaran dengan 240 Pemberontak Huthi

Para pendukung pemberontak Huthi berkumpul di Sanaa, Yaman (foto: dok).

Dua tawanan warga Amerika, Rabu (14/10) dibebaskan di Yaman sementara lebih dari 200 pendukung pemberontak Huthi negara itu diizinkan pulang, dalam pertukaran yang melibatkan Arab Saudi dan Oman.

Gedung Putih mengumumkan pembebasan warga Amerika Sandra Loli dan Mikael Gidada sekaligus menyatakan keduanya ditawan pemberontak Huthi yang didukung Iran yang menguasai sebagian besar Yaman.

Sejumlah pemberontak juga mengirim kembali jasad warga Amerika ketiga, Bilal Fateen, kata Gedung Putih tanpa menjelaskan sebab kematiannya.

Robert O'Brien, penasihat keamanan nasional tidak menjelaskan lebih jauh pertukaran tawanan itu namun berterima kasih kepada Raja Saudi Salman dan Sultan Haitham bin Tarik Al-Said dari Oman “atas upaya mereka dalam pembebasan warga Amerika."

Presiden Donald Trump "terus memprioritaskan upaya pembebasan dan pemulangan warga Amerika yang disandera di luar negeri," kata O'Brien dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak akan berhenti hingga mereka yang ditawan kembali pulang berkumpul bersama orang-orang yang mereka cintai," katanya.

Pendukung Huthi yang didukung Iran, musuh bebuyutan AS menyatakan 240 pendukung mereka kembali ke Yaman setelah terdampar di Oman, tujuan mereka dua tahun lalu melakukan perjalanan untuk perawatan medis.

Koalisi militer pimpinan Saudi di Yaman yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional tidak berkomentar baik tentang pembebasan itu maupun perihal kesepakatan pertukaran 240 pendukung Huthi.

Akan tetapi pejabat politik senior Huthi Mohamed Ali al-Huthi menuduh koalisi itu menolak untuk mengizinkan kelompok tersebut melakukan perjalanan kembali lebih awal dari Oman - yang berperan sebagai perantara dalam berbagai perselisihan di kawasan itu. [mg/lt]