Wapres AS Tinjau Kesiapan Penarikan Mundur Pasukan dari Irak

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki (kiri) berjalan bersama Wapres AS Joe Biden, sesaat setelah Biden tiba di Baghdad, Kamis, 13 Januari 2011.

Siap tidaknya AS meninggalkan Irak akan menjadi topik utama pertemuan Wapres Joe Biden dengan Perdana Menteri Nouri al-Maliki dan Presiden Jalal Talabani.

Wakil Presiden Amerika Joe Biden tiba di Irak Kamis pagi untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin pemerintahan baru mengenai pasukan Amerika di Irak sementara pasukan AS bersiap-siap meninggalkan Irak pada akhir tahun ini.

Kunjungan mendadak Biden merupakan kunjungan pejabat tinggi Amerika yang pertama sejak Irak menyetujui kabinet baru bulan lalu, setelah menerobos kemacetan politik dan menghidupkan kembali pemerintahan yang macet karena pemilu yang tidak menghasilkan pemenang yang telak bulan Maret lalu.

Para pejabat Irak mengatakan mereka memperkirakan masalah apakah sebagian pasukan Amerika perlu ditinggalkan di negara itu setelah batas waktu 31 Desember akan mendominasi pembicaraan Biden dengan Perdana Menteri Nouri al-Maliki dan Presiden Jalal Talabani. Biden juga akan bertemu dengan para pemimpin lain Irak termasuk mantan Perdana Menteri Iyad Allawi, seorang Syiah sekuler yang memimpin oposisi blok Iraqiya yang didukung Sunni.

Maliki sedang ditekan oleh golongan Syiah garis keras anggota pemerintahan koalisinya agar jangan memperpanjang kehadiran militer Amerika setelah akhir tahun ini, walaupun pejabat Irak dan Amerika mengatakan Irak tidak mampu mempertahankan perbatasannya sendirian.

Pekan lalu, ulama Syiah yang anti Amerika, Muqtada al-Sadr, pulang ke Irak setelah hampir berada empat tahun di pengasingan, sebagian untuk menuntut agar apa yang disebutnya sebagai pasukan pendudukan Amerika meninggalkan Irak pada waktunya, dan bila tidak akan menghadapi pembalasan dari para al-Sadr.