VW Ancaman Lebih Besar Bagi Ekonomi Jerman Daripada Krisis Yunani

Mobil-mobil VW di pabrik di Wolfsburg, Jerman.

Meskipun denda yang dihadapinya dapat ditutup oleh uang tunai yang dimiliki perusahan itu saat ini, skandal VW telah memicu ketakutan akan pemecatan besar-besaran.

Skandal emisi Volkswagen telah mengguncang bisnis dan politik Jerman, dan para analis memperingatkan bahwa krisis produsen otomotif itu dapat berkembang menjadi ancaman terbesar bagi ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

Volkswagen merupakan pembuat mobil terbesar di Jerman dan salah satu penyedia lapangan pekerjaan terbesar di negara itu, dengan lebih dari 270.000 pekerjaan di dalam negeri dan bahkan lebih banyak untuk para pemasok.

Kepala Eksekutif Volkswagen Martin Winterkorn menanggung harga skandal atas kecurangan uji emisi ketika ia mundur hari Rabu (23/9) dan para ekonom sekarang mengevaluasi dampaknya pada ekonomi.

"Tiba-tiba Volkswagen telah menjadi risiko lebih besar bagi ekonomi Jerman daripada krisis utang Yunani," ujar kepala ekonom ING Carsten Brzeski kepada kantor berita Reuters.

"Jika penjualan Volkswagen jatuh di Amerika Utara dalam beberapa bulan mendatang, hal itu tidak hanya akan berdampak pada perusahaan, tapi pada ekonomi Jerman secara keseluruhan," tambahnya.

Volkswagen menjual hampir 600.000 mobil di Amerika Serikat tahun lalu, sekitar enam persen dari penjualan global yang mencapai 9,5 juta unit.

Badan Perlindungan Lingkungan AS mengatakan perusahaan itu dapat menghadapi penalti sampai US$18 miliar, lebih dari laba operasi keseluruhan tahun lalu.

Meskipun denda itu dapat ditutup oleh uang tunai 21 miliar euro ($24 miliar) yang ada di perusahaan saat ini, skandal itu telah memicu ketakutan akan pemecatan besar-besaran.

Kekhawatiran lebih luas bagi pemerintah Jerman adalah bahwa para pembuat mobil lain seperti Daimler dan BMW dapat menderita akibat skandal ini.

Tidak ada indikasi kecurangan dari kedua perusahaan tersebut dan beberapa analis mengatakan dampak lebih luas akan terbatas. [hd/eis]