Uzbekistan Tidak akan Deportasi Warga Rusia Yang Lari Hindari Wamil

Orang Rusia, kebanyakan pria, berbaris untuk mendapatkan pendaftaran Kazakh setelah melintasi perbatasan ke Kazakhstan dari perbatasan Mariinsky, sekitar 400 kilometer selatan Chelyabinsk, di Rusia, ke kota Uralsk di Kazakhstan, 28 September 2022. (AP/Denis Spiridonov)

Uzbekistan tidak berencana mendeportasi orang-orang Rusia yang melarikan diri secara massal ke negara Asia Tengah itu untuk menghindari wajib militer di tengah-tengah kampanye militer Moskow di Ukraina, kata pemerintah Uzbekistan hari Jumat.

Ratusan ribu lelaki, beberapa dengan keluarga mereka, telah meninggalkan Rusia sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi sebagian pekan lalu; banyak di antara mereka yang menuju Uzbekistan, Kazakhstan dan republik-republik bekas Soviet lainnya di Asia Tengah.

Namun sebagian penghindar wajib militer itu tetap khawatir mengenai keselamatan mereka di negara-negara itu, karena hubungan erat pemerintah negara tersebut dengan Moskow.

Kementerian luar negeri Uzbekistan mengemukakan dalam sebuah pernyataan mengenai komitmennya pada prinsip-prinsip seperti menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara lain serta mendukung penyelesaian konflik Ukraina secara damai.

"...Warga negara asing yang tidak melanggar hukum tidak menjadi target deportasi paksa,” sebut pemerintah Uzbekistan.

Uzbekistan belum mengemukakan berapa banyak orang Rusia yang telah tiba di negara itu sejak mobilisasi diumumkan. Negara tetangganya Kazakhstan, menyatakan telah menerima sekitar 100 ribu orang.

Para pejabat Uzbek pekan ini menegur seorang ballerina Rusia karena tampil di Tashkent dengan lagu yang dapat dianggap mendukung upaya perang Rusia. [uh/ab]