Utusan PBB Upayakan Rencana Perdamaian di Suriah

Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, 15 Januari 2015.

Utusan PBB Staffan de Mistura tiba di Damaskus hari Sabtu (28/2) untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri pertempuran di Suriah.

Diplomat PBB Staffan de Mistura berharap dapat membujuk kedua pihak dalam konflik itu agar untuk menghentikan pertempuran di Aleppo, kota di bagian Utara, melalui serangkaian perjanjian gencatan senjata yang dirundingkan setempat, yang akan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan, suatu upaya rumit tetapi sangat penting agar tercapai kemajuan di Suriah.

De Mistura mengatakan pada pertengahan bulan lalu bahwa pemerintah Suriah telah setuju untuk menghentikan serangan udara dan gempuran artileri di kota Aleppo. Ia masih memerlukan dukungan oposisi bersenjata bagi rencana tersebut, yang akan mencakup permintaan untuk menghentikan tembakan roket dan mortir pada periode yang sama, tugas sulit yang melibatkan banyak faksi pemberontak yang ada di Aleppo.

De Mistura bertemu pada November lalu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang menyebut usulan tersebut patut dipelajari.

Utusan PBB itu mengatakan Aleppo merupakan contoh baik mengenai bagaimana kekerasan dapat diakhiri dan memberi harapan bagi rakyat Suriah yang lelah akan kekerasan selama hampir empat tahun.

Konflik di Suriah diawali dengan protes damai pada Maret 2011, tetapi kemudian berubah menjadi perang saudara yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang. PBB menyatakan sekarang ada 3,7 juta pengungsi Suriah di Turki, Lebanon, Yordania dan Mesir. Pertempuran tersebut juga telah menelantarkan sekitar 6,5 juta orang lainnya di dalam Suriah.