Utusan PBB Gembira Mengenai Perkembangan di Birma

Presiden Birma Thein Sein. Pemerintahan baru Birma mendapat pujian dari utusan PBB.

Utusan PBB Vijay Namblar mengatakan demikian hari Kamis setelah bertemu para pejabat Birma dan tokoh oposisi Aung San Suu Kyi.

Utusan khusus PBB untuk Birma mengatakan ia melihat tanda-tanda yang sangat menggembirakan dari pemerintah baru Birma, yang mulai memangku jabatan sebelumnya tahun ini. Vijay Namblar mengatakan demikian hari Kamis setelah bertemu dengan para pejabat Birma dan dengan tokoh oposisi Aung San Suu Kyi.

Aung San Suu Kyi menyebut pertemuan mereka sangat berterus terang dan mengatakan dia perlu melihat bagaimana pemerintah baru mengambil tindakan selanjutnya, dengan mengatakan kami tidak ingin berpandangan negatif saat ini.

Ini adalah kunjungan pertama Namblar ke Birma sejak pemerintah militer digantikan pemerintahan sipil setelah pemilu legislatif bulan November – pemilu pertama Birma dalam 20 tahun.

Walaupun pejabat Birma mengatakan pemilu itu adalah bagian dari rencananya untuk kembali ke kekuasaan penuh sipil, para pengritik mengatakan pemilu itu justru hanya memperkuat kekuasaan militer. Sebagian besar kursi parlemen diperoleh oleh partai yang bersekutu dengan militer dan partai oposisi Aung San Suu Kyi dilarang turut mengajukan calon.

Amnesty International mengatakan dalam laporan hak azasi yang baru bahwa Birma mungkin telah mencoba membujuk para pengeritik dengan pemilu dan pembebasan Aung San Suu Kyi. Tetapi, Amnesty mengatakan pemenjaraan berkepanjangan ribuan orang dalam keadaan yang mengerikan bertentangan dengan anggapan adanya perubahan sungguh-sungguh.