Ukraina Lancarkan Operasi Militer Baru

Para pemberontak pro-Rusia berpatroli dekat Luhansk, Ukraina timur (2/7). (AP/Dmitry Lovetsky)

Para pekerja memindahkan lempeng beton dari sebuah sekolah yang hancur karena serangan, di Luhansk, Ukraina timur (2/7). (AP/Dmitry Lovetsky)

Warga membawa harta benda mereka saat menyeberangi perbatasan ke Rusia di pos pemeriksaan perbatasan Ukraina-Rusia di Severniy, wilayah Luhansk, Ukraina timur (2/7). (AP/Dmitry Lovetsky)

Para pekerja membersihkan ban-ban yang dipasang menjadi barikade dalam protes-protes untuk menggulingkan presiden Viktor Yanukovych yang didukung Rusia di Kyiv tengah (1/7).

Seorang anggota kelompok separatis pro-Rusia bersenjata berjaga-jaga di sebuah pos pemeriksaan di Slovyansk, Ukraina timur (1/7).

Seorang perempuan dan anak-anak berjalan melewati jalan yang rusak di sebuah pasar di Slovyansk, Ukraina timur (1/7).

Orang-orang mengumpulkan air di sebuah tempat pemompaan di Slovyansk, Ukraina timur (1/7).

Des miliciens anti-balaka en poste à un point de contrôle dans le village de Gbaguili, à 340 km à l'ouest de Bangui, République centrafricaine, 1er avril 2014 (Bagassi Koura/VOA).

Seorang perempuan memeriksa rumahnya setelah penembakan di Slovyansk, Ukraina timur (30/6). (AP/Dmitry Lovetsky)

Seorang perempuan menangis dekat rumahnya yang terbakar dalam serangan di kota Slovyansk, Ukraina timur (30/6). (AP/Dmitry Lovetsky)

Orang-orang berjalan melewati sebuah papan iklan di Moskow dengan gambar Presiden Ukraina Petro Poroshenko. Teksnya berbunyi "Orang-orang tak sopan. Kami mengacau di Krimea, kami akan mengacau di seluruh negeri" (30/6). (Reuters/Maxim Zmeyev)