Turki Umumkan Penahanan Puluhan Anggota Militer

Seorang polisi berjaga di dekat kendaraan berlapis baja di luar gedung pengadilan di Istanbul, Turki, 15 Agustus 2016 (Foto: dok). Pihak berwenang memerintahkan penahanan 73 pilot Angkatan Udara yang dituduh menjadi bagian dari upaya kudeta Juli lalu yang gagal.

Dampak upaya kudeta yang gagal masih berlanjut di Turki, Kamis (27/10). Pihak berwenang memerintahkan penahanan 73 pilot Angkatan Udara yang dituduh menjadi bagian dari upaya kudeta Juli lalu yang gagal.

Media pemerintah Turki melaporkan bahwa 45 pilot ditahan dalam operasi polisi di berbagai penjuru negara itu, sementara yang lainnya, yang ditahan sebelumnya, resmi ditangkap.

Di antara mereka yang ditahan hari Kamis (27/10), 71 orang berpangkat letnan dan dua lainnya kolonel, sebut kantor jaksa di Konya, kota tempat surat perintah penahanan dikeluarkan.

Mereka dituduh memiliki kaitan dengan kelompok yang dipimpin ulama Fetullah Gulen yang berbasis di Amerika, yang menurut pihak berwenang Turki mendalangi upaya kudeta. Gulen membantah keterlibatan apapun.

Sejak upaya kudeta itu, sekitar 100 ribu anggota militer, polisi, pegawai kehakiman dan pendidikan telah dipecat. Sekitar 30 ribu orang telah ditangkap karena diduga terkait dengan upaya kudeta itu.

Ribuan hakim telah ditahan berdasarkan undang-undang keadaan darurat, termasuk dua anggota Mahkamah Konstitusi.

Menurut para pakar, Gulen memiliki ratusan ribu pendukung di Turki, yang telah membangun jaringan luas bisnis, sekolah-sekolah swasta dan pendukung di berbagai penjuru negara ini.

Pemerintah menyatakan bertekad untuk membubarkan jejaring ini, yang dituduh bukan hanya mendukung upaya kudeta, tetapi juga menjalankan pemerintah bayangan yang menguntungkan para pendukungnya dan menindas lawan-lawannya.

Negara-negara Barat menyatakan prihatin mengenai operasi pembersihan besar-besaran pascakudeta, meskipun Turki bersikukuh telah bertindak sesuai undang-undang pada waktu menghadapi ancaman yang belum pernah dihadapi sebelumnya. [uh/lt]