'Tudder’, Aplikasi Mak Comblang untuk Ternak Sapi

Tudder, aplikasi yang membantu peternak mencari ternak-ternak sapi untuk dikawinkan dengan ternak-ternak milik mereka di Hampshire, Inggris, 12 Februari 2019.

Terinspirasi dari Tinder, sebuah perusahaan teknologi pertanian mengembangkan aplikasi yang bisa membantu para peternak sapi mencari ternak-ternak yang cocok untuk dikawinkan dengan ternak-ternak milik mereka.

Seperti Tinder, Tudder – gabungan antara aplikasi Tinder dan ambing atau payudara sapi– memungkinkan peternak untuk memilih ternak yang mereka cari cukup dengan menggeser layar ke kanan, Reuters melaporkan.

Mereka kemudian diarahkan ke halaman situs web SellMyLivestock. Di situs web itu, para peternak bisa menelusuri lebih banyak foto-foto dan informasi tentang ternak-ternak tersebut sebelum memutuskan untuk membeli.

Informasi penting tersaji lengkap, mulai dari produksi susu dan kandungan protein atau potensi melahirkan anak sapi, papar Doug Bairner, CEO Teknologi Pertanian Hectare, yang menjalankan SellMyLivestock (SML) dan Graindex, situs perdagangan teknologi pertanian yang berbasis di Inggris.

“Mencocokkan ternak secara online bahkan lebih mudah dari mencocokkan manusia karena ada sejumlah besar data tentang ternak-ternak tersebut yang bisa memprediksi seperti apa keturunan mereka nantinya,” ujar Bairner.

Diluncurkan tepat pada Hari Valentine, Bairner percaya Tudder adalah aplikasi perjodohan pertama untuk ternak.

Seperti halnya manusia, peternak menggunakan ponsel pintar mereka untuk memilih terlebih dahulu apakah mereka mencari ternak jantan atau betina. Pengguna bisa menggeser foto-foto yang ada – kanan untuk ya dan kiri untuk tidak – sampai mereka menemukan kecocokan.

Dengan data di ujung jari mereka, para peternak dari seluruh negeri bisa saling terhubung hingga membuat perdagangan jauh lebih mudah.

Peternak sapi dan pengguna Tudder, James Bridger, mengatakan hal ini bisa mengurangi stres saat pengiriman bagi hewan dan dapat menyaingi pasar tradisional.

“Anda memiliki semua data ternak tersebut dan informasi lainnya, yang bila Anda di pasar, mungkin tidak sempat memeriksa setiap ternak secara acak,” katanya kepada Reuters di Hampshire, kawasan pedesaan di wilayah selatan Inggris.

“Tidak ada yang lebih baik daripada melihat seekor ternak di rumahnya, habitat aslinya, daripada menaruhnya di atas truk.. jika seseorang menelepon dan ingin datang melihat-lihat, atau bahkan mendapatkannya dari gambar, itu sudah cukup ideal dan mereka akan merasa bahagia tentang itu.”

SellMyLivestock punya punya ternak, pakan dan peralatan peternakan senilai lebih dari 50 juta poundsterling (Rp 910.85 miliar) untuk dijual pada tahun lalu. Hal itu menepis anggapan bahwa peternak terjebak dalam cara lama, kata Bairner.

“Terlepas dari pandangan dunia tentang peternakan, sebenarnya peternakan sangat digerakkan oleh teknologi,” kata Bainer, sembari menyebut beberapa contoh misalnya, unit pemerahan susu sapi otomatis dan ilmu genetika. [er/ft]