Trump Salahkan Sanders atas Gangguan dalam Kampanye di Chicago

Agen-agen rahasia mengelilingi Donald Trump di bandara internasional Dayton di Ohio (12/3). (Reuters/Aaron P. Bernstein)

Ketika berkampanye hari Sabtu di Cleveland, Ohio, Trump mengejek senator sosialis dari Vernmont itu sebagai “teman komunis kita”.

Kandidat calon presiden Partai Republik Donald Trump menyalahkan kandidat calon presiden Partai Demokrat Bernie Sanders dan para pendukungnya atas apa yang disebutnya sebagai gangguan terencana yang memaksanya membatalkan kampanye di Chicago Jumat malam (11/3).

Perkelahian pecah diantara sejumlah pendukung dan penentang Trump sebelum polisi membubarkan kerumunan massa. Banyak demonstran meneriakkan nama “Bernie, Bernie” dan melambaikan simbol-simbol terkait Sanders.

Polisi telah menangkap lima orang tersangka.

Ketika berkampanye hari Sabtu di Cleveland, Ohio, Trump mengejek senator sosialis dari Vernmont itu sebagai “teman komunis kita”.

“Dari mana orang-orang ini berasal?”, tanya Trump. “Mereka adalah pendukung Bernie. Hei Bernie, keluarkan orang-orang Anda dari massa saya”.

Trump mengeluhkan demonstrasi di Chicago yang menurutnya “dilakukan secara profesional” dan menuduh para demonstran itu melarangnya melaksanakan hak untuk bicara secara bebas sesuai Amandemen Pertama Konstitusi Amerika.

Sanders menyangkal bahwa tim kampanyenya yang mengatur demonstrasi itu dan menyalahkan retorika kasar Trump sebagai hal yang memprovokasi serangan oleh pendukung Trump.

“Apa yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam kampanye Trump adalah karena seorang kandidat yang mempromosikan kebencian dan perpecahan terhadap warga Amerika Latin, warga Muslim, kaum perempuan dan difabel, dan serangan-serangan terhadap legitimasi Presiden Obama."

Sebelum mengumumkan pencalonan dirinya, Trump berkeras bahwa Obama tidak dilahirkan di Amerika, memalsukan akte kelahirannya dan tidak layak menjadi presiden.

Clinton: Retorika Kampanye Donald Trump Berbahaya

Kandidat capres Demokrat lainnya, mantan menteri luar negeri Hillary Clinton menyebut retorika kampanye Donald Trump “berbahaya” dan mengajak para pemilih untuk menolak “arus bullying, cercaan dan kefanatikan”.

Para pendukung Bernie Sanders membawa patung karton senator itu dalam sebuah kampanye.

“Jika Anda bermain api, Anda akan memicu kebakaran yang tidak bisa dikendalikan”, ujar Clinton kepada para tenaga kampanye sukarela di St. Louis.

Sementara itu, berbicara dalam sebuah acara penggalangan dana di Dallas, Presiden Barack Obama mengkritisi kerusuhan dalam kampanye Trump di Chicago dengan mengatakan kandidat-kandidat yang bertarung untuk menjadi presiden seharusnya “lebih memusatkan perhatian untuk menjadikan Amerika lebih baik, tidak melakukan penghinaan, ejekan dan rekayasa fakta, tidak memecah belah berdasarkan agama dan ras, dan tentu saja tidak melakukan aksi kekerasan terhadap sesama warga Amerika”.

Beberapa pesaing Trump untuk memperebutkan nominasi calon presiden Partai Republik juga mengecamnya atas kondisi yang memicu sejumlah orang terlibat dalam aksi kekerasan.

Gubernur Ohio John Kasich dalam kampanye di Cincinnati hari Sabtu mengatakan “Donald Trump telah menciptakan lingkungan beracun”. Kasich mengatakan telah berupaya melakukan kampanye yang positif. Membangun kampanye dengan komentar-komentar negatif, ujar Kasich, “menurunkan etika politik dan tidak bisa diterima”.

Senator Texas Ted Cruz mengatakan “ketika Anda melakukan kampanye yang secara terang-terangan mendorong aksi kekerasan, ketika kampanye Anda menghadapi tuduhan melakukan kekerasan fisik terhadap wartawan, Anda menciptakan lingkungan yang hanya mendorong perselisihan seperti ini”.

Senator Florida Marco Rubio mengatakan apa yang terjadi di Chicago menjadikan Amerika kelihatan sebagai “negara dunia ketiga”. “Aksi kekerasan adalah apa yang terjadi ketika kandidat politik bicara seperti orang bicara di Twitter”, merujuk pada komentar-komentar kasar yang kerap terjadi di media sosial.

Pemilihan Pendahuluan

Lima negara bagian utama akan melangsungkan pemilihan pendahuluan hari Selasa, termasuk Florida, Illinois dan Ohio, dimana pemenang akan meraih seluruh jumlah delegasi yang ada di negara bagian tersebut, dan bukan berdasarkan perolehan masing-masing kandidat calon presiden sebagaimana yang terjadi di negara-negara bagian lain.

Kemenangan besar Trump Selasa nanti bisa membuatnya mengungguli perolehan delegasi atas Cruz dan meraih nominasi calon presiden Partai Republik.

Beberapa jajak pendapat menunjukkan Trump bersaing sengit dengan Kasich di Ohio. Sementara itu, Rubio telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan mendorong para pendukungnya di Ohio untuk memilih Kasich guna mengurangi kesempatan bagi Trump untuk memenangkan seluruh delegasi di negara bagian itu.

Kebanyakan pendukung Trump adalah pemilih kelas pekerja kulit putih, dan retorika serta slogan yang menjanjikan “Make Amerika Great Again” bisa menarik para pekerja yang khawatir dengan upah yang stagnan dan penurunan lapangan kerja di bidang industri selama beberapa tahun ini – yang dikenal sebagai “Rust Belt”.

Sementara di Partai Demokrat, Hillary Clinton memimpin perolehan delegasi dan Bernie Sanders kini hanya tergantung pada dukungan besar para pemilih muda. [em]