Trump, Pemimpin Uzbekistan Adakan Pembicaraan di Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump (kanan) menerima kunjungan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev di Gedung Putih, Rabu (16/5).

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin reformis Uzbekistan, Presiden Shavkat Mirziyoyev hari Rabu (16/5) bertemu di Gedung Putih dengan agenda utama keamanan di Asia Tengah, perang melawan terorisme, kesepakatan perdagangan dan hak asasi manusia di Uzbekistan.

Mirziyoyev, yang menjabat selama 20 bulan setelah kematian diktator lama negaranya, Islam Karimov, berbicara dengan Trump di Oval Office diikuti jamuan makan siang, sebagai bagian dari kunjungan tiga harinya ke Amerika untuk bertemu dengan pejabat Amerika lainnya dan pemimpin Bank Dunia.

Pemimpin Uzbekistan berusia 60 tahun itu ingin menarik investasi perusahaan besar Amerika lebih banyak ke negaranya yang mayoritas Muslim dengan 32 juta penduduk itu.

Menjelang pertemuan Mirziyoyev dengan Trump, pejabat Gedung Putih mengatakan para pejabat Uzbekistan telah menandatangani 20 kesepakatan bisnis senilai 4,8 miliar dolar, cukup untuk mendukung lebih dari 10.000 lapangan kerja Amerika.

Pejabat senior Gedung Putih mengatakan Uzbekistan yang sebelumnya adalah bagian dari Uni Soviet, telah "berperan penting selama beberapa tahun terakhir" dalam membantu mendukung operasi militer AS di negara tetangganya Afghanistan tetapi AS tidak ingin mendirikan pangkalan militer di Uzbekistan.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump yang memberi penjelasan singkat kepada wartawan sehari sebelum pembicaraan Trump dengan Mirziyoyev mengatakan AS ingin "melihat bagaimana kedua negara bisa meningkatkan kerja sama untuk melawan ancaman teroris bersama" yang dikatakan pejabat itu "penting dalam mengamankan Amerika dan sahabat-sahabatnya di kawasan itu." [my/ds]