Trump Bertemu Tim Transisi Gedung Putih

Presiden AS Barack Obama bertemu Presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih (10/11). (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Tim transisi bertugas mengidentifikasi orang untuk mengisi 15 posisi kabinet dan sekitar 1.000 jabatan tinggi yang harus dikukuhkan Senat.

Presiden AS terpilih Donald Trump bertemu tim transisi Gedung Putih untuk hari kedua karena hendak mengisi dengan cepat jajaran kabinet dan posisi petinggi pemerintah lainnya.

Posisi Kepala Staf Gedung Putih, pengelola kantor eksekutif presiden, diperkirakan semakin penting dalam pemerintah Trump karena ia tidak berpengalaman membuat kebijakan dan tidak memiliki koneksi ke pelobi kekuasaan di Washington.

Ketua Komisi Nasional Partai Republik (RNC) Reince Priebus dilaporkan sedang dipertimbangkan untuk posisi itu, demikian pula ketua kampanye Trump dan redaktur Breitbart News Stephen Bannon, tokoh kontroversial yang membantu membentuk gerakan alternatif kanan.

Kepala strategi dan direktur komunikasi RNC Sean Spicer memperingatkan agar jangan terlalu berspekulasi tentang siapa yang sedang dipertimbangkan.

Penunjukan oleh presiden terpilih membantu menunjukkan arah rencana kebijakan yang hendak disasar. Dalam pernyataan hari Jumat (11/11), Trump mengatakan timnya ingin "kelompok pemimpin sukses paling berkualitas yang akan mampu menerapkan agenda perubahan kami di Washington."

Tim transisi bertugas mengidentifikasi orang untuk mengisi 15 posisi kabinet dan sekitar 1.000 jabatan tinggi yang harus dikukuhkan Senat. [ka]