Thailand Sita 4 Ton Gading Selundupan dari Kongo

  • Steve Herman

Pihak berwajib Thailand menunjukkan 4 ton gading gajah yang berhasil disita di Bangkok, Thailand, Senin (20/4).

Pihak berwajib Thailand menyita 4 ton gading gajah yang disembunyikan dalam karung kacang dari Kongo, Sabtu (18/4).

Pejabat bea cukai Thailand Senin (20/4) mengatakan keberhasilan tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah negara itu. Pemerintah Thailand sedang berupaya menunjukkan komitmennya untuk melawan perdagangan gelap satwa liar supaya jangan dikenai sanksi-sanksi.

Dirjen Bea Cukai Somchai Sujjapongse mengatakan kepada wartawan 739 gading gajah, dengan tujuan Laos, disita saat tiba di sebuah pelabuhan di Bangkok pada hari Sabtu setelah pihak berwenang menerima informasi dan melacak peti kemas dari Kongo.

Richard Thomas, koordinator komunikasi global bagi TRAFFIC International, jaringan pengawasan perdagangan satwa liar mengatakan kepada VOA bahwa ini adalah penyitaan “yang sangat besar.”

“Membawa kargo seberat empat ton dari belahan dunia lain bukan perkara kecil. Tindakan seperti ini menunjukkan adanya kejahatan yang terorganisir,” katanya.

Sementara penyitaan terbaru ini adalah yang paling banyak dalam sejarah Thailand menurut pernyataan Bea Cukai negara itu, ini bukan yang terbesar di wilayah itu. Singapura pernah menyita penyelundupan gading seberat 7.2 ton pada tahun 2002 dan pihak berwenang Malaysia menggagalkan penyelundupan gading seberat enam ton pada tahun 2012.

Polisi mengatakan gading-gading itu, yang disembunyikan dalam karung-karung kacang , dikirim dari Republik Demokratik Kongo, ke Laos, dengan tujuan akhir Tiongkok. Thailand, Kongo dan Nigeria adalah tiga negara yang paling terlibat dalam perdagangan gading ilegal.

Thomas, juru bicara jaringan pemantauan TRAFFIC mengatakan pihak berwenang harus didorong untuk menindaklanjuti penyitaan itu dengan penyelidikan penuh atas jaringan penyelundupannya.

“Pihak berwenang Thailand tentu harus dipuji karena telah melakukan penyitaan besar ini. Tetapi ini juga menunjukkan betapa seriusnya kegiatan ilegal yang terjadi,” tambah Thomas.

Pihak berwenang semakin agresif dalam upaya menggagalkan penyelundupan gading gelap setelah regulator global CITES mengatakan semua bisnis satwa liar Thailand akan dikenai sanksi-sanksi luas jika tidak mencegah perdagangan gading gelap di wilayahnya menjelang bulan Agustus tahun ini.

Gading dari gajah-gajah yang diternakkan di Thailand dapat dijual secara resmi di Thailand. Celah itu diduga memudahkan gading-gading gajah Afrika diselundupkan lewat Thailand.

Para aktivis lingkungan mengatakan 20.000 dari sekitar 50.000 gajah Afrika yang masih ada dibunuh tahun 2013, sebagian besar untuk diambil gadingnya untuk memenuhi permintaan dari Asia. China diperkirakan menjadi tujuan sekitar 70 persen gading ilegal.

Bagi banyak warga kelas menengah ke atas di China, benda-benda yang terbuat dari gading diyakini membawa keberuntungan, atau sebagai salah satu cara untuk memamerkan kekayaan.