Tersangka Penembak Ahmaud Arbery Dituduh Gunakan Kata-Kata Rasial

Seorang perempuan memegang poster dalam unjuk rasa memprotes penembakan Ahmaud Arbery, seorang pria Afrika-Amerik, di Brunswick Ga, 8 Mei 2020.

Seorang agen Biro Penyelidik Georgia mengatakan dalam kesaksiannya, Kamis (4/6), bahwa Ahmaud Arbery dicerca dengan kata-kata bernada rasial ketika tergeletak sekarat tidak lama setelah dikejar dan ditembak mati oleh tiga orang kulit putih.

Gregory McMichael, usia 64 tahun, putranya Travis McMichael, dan tetangga mereka, William "Roddie" Bryan, kini dituduh melakukan pembunuhan. Mereka akan diadili setelah Hakim Pengadilan Negeri Glynn County, Wallace Harrell, memutuskan terdapat cukup bukti untuk proses persidangan.

Selain itu, kesaksian mereka bisa ikut menentukan apakah ada cukup alasan untuk tuduhan kejahatan berdasar kebencian.

Arbery sedang lari pagi pada 23 Februari ketika bapak dan anak McMichael dan Bryan menggunakan dua kendaraan bak terbuka mengejar Arbery yang berusia 25 tahun.

Foto Gregory McMichael (kiri) dan anaknya Travis McMichael, tersangka penembak Ahmaud Arbery, 7 Mei 2020.

Richard Dial, pimpinan agen Biro Investigasi Georgia dalam kasus ini, mengatakan Arbery beberapa kali mengganti arah dan bahkan melompat ke parit guna menghindari kendaraan itu tetapi ia akhirnya dihadang Travis McMichael, yang pertama menembak Arbery di dada, lalu di tangan dan akhirnya di dada lagi dengan alasan membela diri.

Bryan mengatakan kepada penyelidik, ia mendengar Travis McMichael menggunakan cercaan bernada rasial.

McMichael dan Bryan baru dituntut ke pengadilan pada 7 Mei, 74 hari setelah kematian Arbery dan dua hari setelah bukti video penembakan itu muncul.

Georgia adalah satu dari sedikit negara bagian yang tidak memiliki undang-undang kejahatan berdasar kebencian.

Pejabat Departemen Kehakiman Amerika mengatakan pada 11 Mei, mereka "akan mempelajari semua bukti untuk menentukan pantas atau tidak, tuduhan kejahatan rasial federal diterapkan." [ka/ft]